Kamis, 21 Sep 2017
radarjember
Radar Jember
Penyakit Langka

Ini Horor di Perut Hendro

Minggu, 09 Jul 2017 22:20 | editor : HARI SETIAWAN

HOROR: Berbagai benda tajam ada di perut Hendro Wijatmoko setelah dilakukan rontgen.

HOROR: Berbagai benda tajam ada di perut Hendro Wijatmoko setelah dilakukan rontgen. (Heru Putranto/Radar Jember)

JEMBER – Pihak RSD Dr. Soebandi masih belum melakukan tindakan terhadap Hendro Wijatmoko, 30, warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan Situbondo. Pasien rujukan RSUD Abdoer Rahem Situbondo yang di dalam tubuhnya banyak benda tajam ini, sampai kemarin, masih menjalani observasi tim RSD dr. Soebandi Jember.

“Pasien sudah berangsur membaik. Sudah dipindahkan dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) menuju ke Ruang Mawar (ruang perawatan),” ucap dr Justina Evy Tyaswati, Kepala Humas RSD dr. Soebandi Jember, kemarin siang. Pihaknya memang masih melihat kestabilan pasien.

Sejauh ini, kondisi pasien bagus dan mau meminum obat yang diberikan rumah sakit. Oleh karena itu --meskipun dari riwayat pasien mengalami gangguan jiwa-- namun diakuinya tidak masalah karena pasien masih sadar dan mau minum obat. “Kondisi kejiwaan tidak mengganggu perawatan yang dilakukan,” jelasnya.

Pihak RS masih belum melakukan tindakan lain, termasuk operasi. Karena masih fokus ke observasi secara menyeluruh terhadap pasien langka ini terlebih dahulu. Jika observasi sudah klir, maka tindakan untuk mengeluarkan sejumlah benda tajam di tubuh pasien pasti dilakukan.

 ”Penanganan operasi harus mengetahui detail hasil observasi, sehingga penanganan yang dilakukan kepada pasien bisa tepat. Ini butuh waktu, sehingga pasien sudah diminta untuk berpuasa dulu,” jelasnya. Apalagi, permasalah ini terjadi di perut, sehingga puasa sangat membantu untuk dilakukan observasi lanjutan kepada pasien.

Sejauh ini, pasien hanya diberikan cairan untuk menjaga kondisi pasien agar tetap stabil. Dirinya mengaku khawatir berbagai benda tajam ini tidak hanya masuk dan berada di tubuh pasien. Namun pihaknya memperhatikan jika kemungkinan berbagai luka yang disebabkan masuknya benda ke tubuh korban.

“Kita belum tahu jika ada luka lain karena masuknya benda-benda ke dalam tubuh pasien ini,” ucap Evy. Apalagi, kabarnya benda-benda asing dan tajam ini dimakan oleh Hendro. Sehingga tim medis belum tahu apakah ada luka lain pada saluran pencernaan, mulai mulut sampai ke usus (tempat berhentinya sejumlah barang itu).

Evy menegaskan, yang terjadi pada pasien ini murni karena pasien memakan benda-benda asing ini ke dalam tubuhnya. “Jadi tidak ada yang aneh-aneh (klenik) dan memang benda tajam ini dimakan sendiri oleh pasien karena ada gangguan jiwa,” tegas Evy. Karena penyebab masuknya, melalui saluran pencernaan lewat mulut dan bukan karena ilmu hitam, klenik dan mistis lainnya seperti yang dianggap sejumlah masyarakat selama ini.

Terkait penanganan lebih lanjut, pihaknya masih belum memberikan penjelasan detil. “Wong masih observasi, sabar nanti pasti kita kabari,” ucap dr Evy. Apalagi, pasien memang baru masuk. Yang jelas, jika observasi sudah lengkap dan siap akan dilakukan penanganan pada Hendro Wijatmoko ini.

Sementara itu, untuk foto rontgen pasien yang sempat beredar di medsos, diakuinya bukan dari RSD dr. Soebandi Jember, tapi dari RSUD Situbondo. “Hasil rongent itu dijadikan masukan untuk pelaksanaan penanganan di Jember, karena masih banyak pengamatan lainnya yang akan dilakukan,” jelasnya.

Pihak RS dr Soebandi sendiri, sejauh ini juga belum menentukan tim khusus untuk penanganan siapa saja dokter yang akan menangani. ”Karena masih akan kami lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien,” pungkasnya.

(jr/ram/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia