Kamis, 21 Sep 2017
radarjember
Pendidikan
Pendidikan Tinggi

Ini UKT Tertinggi di Unej

Kamis, 06 Jul 2017 19:52 | editor : HARI SETIAWAN

ISI PERSYARATAN: Salah satu wali calon mahasiswa melakukan verifikasi online di gedung soetarjo Universitas Jember, Rabu (5/7).

ISI PERSYARATAN: Salah satu wali calon mahasiswa melakukan verifikasi online di gedung soetarjo Universitas Jember, Rabu (5/7). (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Radar Jember – Uang Kuliah Tunggal (UKT)  tertinggi di Universitas Jember Rp 20 juta. UKT tersebut diperuntukkan di Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter. UKT tertinggi kedua adalah Rp 18 juta untuk Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi. Namun, UKT tersebut menyesuaikan dengan penghasilan orang tua.

“UKT terendah Rp 500 ribu untuk semua prodi,  verifikasi final ini untuk menentukan UKT,” kata M Sabar, Kasubag Registrasi Bagian Akademik Universitas Jember. Menurut dia, verifikasi berkas yang berlangsung kemarin (5/7) di gedung Soetarjo bagi peserta calon mahasiswa FKIP dan FKG yang lolos dari jalur SBMPTN.

UKT sendiri dibagi menjadi enam kelompok lima kelompok. Kelompok satu Rp 500, kelompok dua Rp 1 juta. Sedangkan kelompok tiga sampai enam bervariasi, tergantung prodi yang dipilih. Misal prodi FK kelompok III Rp 7.500 ribu, kelompok IV Rp 12.500 ribu, kelompok V Rp 17 juta dan kelompok VI Rp 20 juta.

Penentuan UKT itu disesuaikan dengan penghasilan orang tua. Misal pekerjaan orang tua sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka yang harus disampaikan adalah gaji kotor.  Kalau dari swasta yang tidak punya slip gaji harus ada keterangan dari kepala desa.

Namun, setiap orang tua memiliki tanggungan yang berbeda. Misal memiliki empat anak, maka tanggungan itu secara otomatis bisa menurunkan jumlah UKT. “Penentuan ini kalau sudah disepakati tidak bisa dirubah, harus langsung dibayar saat registrasi,” ucapnya.

Penyesuaian UKT, bisa dirubah setelah memasuki semester dua. Fasilitas itu diberikan selama waktu tiga bulan jika diterima berdasarkan survei yang dilakukan tim kampus. “Kalau hasil survei menunjukkan layak diturunkan, maka akan muncul SK rektor untuk menetepkan besaran UKT terbaru sampai selesai kuliah,” paparnya.

Menurut dia,  verifikasi final tersebut setelah 2977 calon mahasiswa Unej melakukan verifikasi online. Sampai kemarin sudah ada 662 calon mahasiswa. “Ini berlangsung sampai hari Sabtu depan,  bersamaan dengan  ujian mandiri,” terangnya.

Verifikasi final itu wajib dilakukan oleh para mahasiswa karena untuk menentukan UKT. Sehingga orang tua wajib hadir untuk menyetujui penetapan UKT yang ditandatangi dengan materai. “Kalau sudah ketemu UKT-nya, kemudian registrasi dengan melakukan pembayaran sesuai UKT,” tuturnya.

Pada hari pertama, calon mahasiswa FKG yang melakukan verifikasi sebanyak 59 dari 65 peserta. Mereka yang masih belum melakukan verifikasi tetap ditunggu oleh kampus meskipun pada hari berikutnya bukan jadwal FKG. “Kami tetap menunggu meskipun jadwalnya perfakultas,” imbuhnya.

Kemudian, kata dia, FKIP sendiri memiliki 11 program studi. Misal prodi pendidikan matematika yang melakukan verifikasi sebanyak 81 diantara 92 peserta. “Yang belum verifikasi final besok masih bisa,” tegasnya.

Disamping itu,  verifikasi itu juga dilakukan oleh calon mahasiswa yang menerima bidik misi. Namun dalam proses tersebut, ada peserta yang meraih bidik misi namun orang tuanya memiliki penghasilan yang cukup tinggi. “Ada beberapa yang meraih bidiki misi dari FKIP yang penghasilan orang tuanya Rp 2.015 ribu hingga Rp 3 juta, ini menjadi catatan untuk disurvei ulang,” ungkap Sabar.

Menyikapi itu, bidik misi itu diperuntukkan bagi calon mahasiswa berprestasi yang tidak mampu secara ekonomi. Sehingga UKTnya dibayar negara Rp 2.400 ribu serta mendapat biaya hidup Rp 600 ribu. “Penerima bidik misi akan ditinjau ulang dan dicek ke lapangan apakah layak atau tidak mendapat beasiswa bidik misi,” pungkasnya.

Sementara itu, reigstrasi dari jalur UM PTKIN di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember masih belum dilakukan. Hal itu menunggu jadwal yang ditentukan oleh panitia pusat. “Kalau UM PTKIN masih belum dilakukan,” tambah Nur Solikin, Wakil Rektor I IAIN Jember.

Jadwalnya, kata dia, menunggu keputusan dari panitia UM PTKIN Pusat. Sehingga yang sudah melakukan proses verifikasi dari jalur SPAN PTKIN. “Selain itu, pendaftaran dari jalur mandiri,” pungkasnya.

(jr/gus/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia