Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Jember
Perempuan Hebat

Nanin Lindiyawati: Hobi Perawatan Jadi Lahan Bisnis

Jumat, 21 Apr 2017 13:20

Nanin Lindiyawati: Hobi Perawatan Jadi Lahan Bisnis

(Nanin for Radar Jember)

Sebuah bangunan yang berada di kawasan Jalan Kalimantan memang masih belum 100 persen selesai. Walau tampak luarnya sudah siap huni, di bagian dalam masih memerlukan berbagai perombakan. Namun diprediksikan pada Bulan Mei mendatang, seluruh kegiatan operasional dan perawatan sudah bisa dilakukan di klinik tersebut.

Di Jalan Kalimantan inilah klinik Personal Beauty Aesthetic Clinic milik Nanin Lindiyawati akan diresmikan kembali. Sebelumnya dirinya membuka klinik di Jalan Karimata, namun nantinya aakan dipindah ke tempat yang baru.

Ditemui di calon klinik barunya, Nanin terlihat sibuk mempersiapkan seluruh peralatan dan finishing bangunan yang belum selesai. Dirinya tak ragu-ragu terjun langsung memberikan arahan kepada para karyawannya. “Harus dikebut Mbak,” ujarnya ketika ditemuim Jawa Pos Radar Jember.

Wanita kelahiran 20 Agustus 1977 ini menuturkan, keinginannya berbisnis di bidang perawatan kecantikan sudah dimulai sejak sepuluh tahun silam. Kala itu, usai resign dari pekerjaan sebelumnya, Nanin memilih untuk menjadi ibu rumah tangga biasa.

Bisnisnya ini dimulai dari hobinya yang senang melakukan perawatan wajah. Karena sempat menjalani perawatan dan memperoleh produk dari Jakarta, banyak teman-teman Nanin yang mencari informasi lebih lanjut tentang produk yang dia pakai. “Kadang kalau saya ke Jakarta, ada saja yang titip,” kenangnya.

Banyaknya relasi yang nitip produk kecantikan ini membuat Nanin menyadari ada peluang bisnis yang terbuka lebar dalam bidang tersebut. Dan sepuluh tahun lalu, di usianya yang memasuki 30 tahun, dirinya mulai memasarkan produk kecantikan kepada rekan-rekannya di Jember.

Tak ada pengalaman khusus yang dipelajari ibu dari dua orang anak ini selama memasarkan produknya. Semuanya dia pelajari sendiri, dan hanya bermodalkan kenekadan dan keberanian. “Dari situ akhirnya mulai menjual produk, dan di usia 35 tahun saya mulai seriusin bisnis ini,” lanjut Nanin.

Kala itu pun Nanin hanya menggunakan sistem administrasi ‘tukang cukur’ yang mencatat semuanya dalam satu buku. Namun memasuki tahun-tahun berikutnya, berbagai halangan mulai menghadang. Mulai dari karyawan yang susah diatur, kegalauan dalam pengambilan keputusan, hingga kondisi finansial yang naik turun.

Meski mendapat banyak kendala, prinsip Nanin adalah tetap menjalaninya dengan serius namun santai. Di sinilah dia mulai mendapat banyak mentoring mengenai perjalanan bisnis yang sehat. “Belajar leadership, accounting, sampai key performance indicator. Ini ya belajar-belajar sendiri, awalnya dari keingintahuan saya tentang manajemen perusahaan yang baik,” ujar Nanin.

Setelah mempelajari manajemen perusahana, barulah Nanin menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang dia miliki. Semenjak itulah dia memperbaiki sedikit demi sedikit sistem klinik kecantikannya hingga saat ini. “Pada kondisi ini saya sadar, kalau mau jadi perusahaan besar tidak bisa sendirian,” tegasnya.

Karena itu dirinya juga selalu ngemong seluruh karyawannya yang rata-rata masih berusia muda. Nanin juga menyadari, tak ada gaya kepemimpinan yang paling benar. Dia juga berupaya menciptakan kondisi kerja senyaman mungkin. “Saya lebih memilih tipe manajemen kekeluargaan, saya anggap semua karyawan saya sebagai keluarga, dan dekat dengan mereka,” papar wanita yang tinggal di Jalan Rotawu tersebut. (kl/lin/sh/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia