Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Jember
Silo

Menantu Dibacok, Kenapa?

Jumat, 21 Apr 2017 13:10

Menantu Dibacok, Kenapa?

DIKELER : Tersangka Hasan, pembacok Busaha dikeler ke Mapolsek Silo Kamis (20/4) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Jumai/Radar Jember)

JEMBER - Warga Dusun Curahwungkal Desa Pace Kecamatan Silo sekitar pukul 08.30 kemarin (20/4) pagi  mendadak gempar. Gara-garanya, Hasan warga setempat, tega membacok Busaha, yang masih menantu keponakannya sendiri. Akibat kejadian itu, Busaha mengalami luka parah. Pangkal leher belakang dan pangkal paha robek disabet celurit. Hasan langsung ditangkap Polisi di rumahnya setelah kejadian.

Informasi di lapangan, saat itu korban Busaha membantu istrinya menjemur kripik gadung. Posisi korban saat itu sedang jongkok. Tiba-tiba, muncul Hasan dari arah belakang dengan tangan sudah memegang celurit. Tanpa bicara sedikitpun, tiba-tiba Hasan membacok korban tepat di bagian pangkal leher hingga pundak.

Mendapat serangan mendadak seperti itu, korban berusaha lari. Namun, Hasan kembali mengayunkan celuritnya dan tepat mengenai pangkal paha korban. Beruntung, saat kejadian sedang banyak warga di lokasi. Selanjutnya, beberapa warga langsung mengamankan Hasan dan membawanya menjauh dari lokasi.

Sementara korban yang mandi darah langsung dilarikan ke Puskesmas  Silo 2. Karena kondisinya parah, korbanpun dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember. Tak lama dari kejadian itu, petugas dari Polsek Silo tiba di lokasi. Hasan langsung ditangkap tanpa perlawanan saat diamankan warga di rumahnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember  Hasan mengaku bahwa korban masih ada hubungan keluarga. “Dia (korban, red) itu masih menantu keponakan saya,” kata Hasan, yang statusnya sudah menjadi tersangka. Dia mengaku membacok korban, karena kekesalannya sudah memuncak. “Saya kesal dari dulu. Sudah lama dia menjelek-jelekkan saya,” katanya.

Kekesalan itu memuncak, saat dia menduga bahwa korban menyebarkan isu bahwa anaknya memiliki hubungan dengan perempuan bersuami. “Anak saya kata dia pacaran sama wanita yang sudah punya suami. Saya kan kesal. Daripada anak saya dibunuh sama orang, lebih baik saya bunuh Pak Sandi (sebutan Busaha, Red) saja,” kata Hasan.

Hasan menceritakan, bahwa anaknya bernama Amir, dulunya pernah bertunangan dengan seorang perempuan. Namun, pertunangan itu akhirnya gagal tidak sampai pernikahan. Setelah itu, perempuan tersebut menikah dengan pria lain. “Perempuan inilah yang disebarkan oleh pak Sandi memiliki hubungan dengan anak saya. Padahal, anak saya itu tidak ada hubungan apa-apa lagi,” jelasnya.

Kapolsek Silo AKP Suryadi Kadir melalui Kanit Reskrim Aiptu Hariyono membenarkan kejadian itu. Selain meringkus tersangka, pihaknya juga mengamankan pakaian berlumuran darah dan sebuah celurit. “Celurit yang juga ada bercak darahnya ini, diduga kuat digunakan tersangka membacok korban,” kata Hariyono.

Dia menambahkan, saat menjalani pemeriksaan, tersangka bersikap seperti orang yang mengalami gangguan mental. Namun untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka, Hariyono mengaku akan membawa yang bersangkutan ke psikiater. “Ngomongnya kadang nyambung tapi kadang enggak. Tapi kita pastikan dulu dengan membawa tersangka ini ke ahli kejiwaan,” pungkasnya. (jum/aro/har/jawapos.com)  

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia