Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Inspirasi
Aksi Khataman Serentak para Narapidana di Lapas Jember

Mantan Kadispendik pun Ikut Khusyu’ Baca Ayat Suci Alquran

Jumat, 21 Apr 2017 12:50

Mantan Kadispendik pun Ikut Khusyu’ Baca Ayat Suci Alquran

ABAH AHMAD: Sebagai ketua takmir masjid, Ahmad Sudiyono aktif ikut pengajian rutin di masjid dalam Lapas Kelas II-A Jember. (Jumai/Radar Jember)

          Pagi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember itu, terdengar suara orang mengaji. Sangat nyaring, karena yang mengaji ada 120 orang. Mereka berkumpul di aula Lapas. Sambil mengenakan pakaian muslim, para napi begitu khusuk melantunkan ayat-ayat Alquran, Kamis (20/4).

          Para napi dengan berbagai kasus itu berbaur menjadi satu di majelis Khataman Alquran. Kebetulan, kemarin itu Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 tahun. Khataman yang digelar para napi itu, rupanya tidak hanya di Jember. Sebab Lapas seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 447, serentak mengaji bareng untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan khatam Alquran 500 kali.

          Lapas Jember, rupanya menargetkan khatam Alquran sampai empat kali. Setiap napi yang terlibat, masing-masing diminta membaca satu juz. Namun khusus untuk juz ke-30, para napi membaca serentak supaya lebih khitmad. “Kegiatan ini terkoneksi ke semua Lapas, karena kami video secara live,” jelas Dadang Firmansyah, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Jember.

          Sebenarnya, kata Dadang, khataman Alquran di Lapas sudah rutin digelar. Namun saat ada instruksi pecah rekor Muri khataman sebanyak 500 kali, pihaknya sudah merasa ringan karena takmir masjid di Lapas Jember sudah lama terkoordinir.

          Apalagi penanggung jawab Lapas memberi reward pada warga binaan yang rajin mengaji di majelis khataman. Wujudnya adalah seperti mempermudah syarat remisi dan memfasilitasi pengurusan bebas bersyarat. ”Mengaji rutin bagian dari penilaian tentang komitmen taubat dan tak akan berbuat kriminal di kemudian hari,” jelasnya.

Yang menarik, di antara ratusan warga binaan Lapas yang khusuk mengaji itu ada seorang mantan pejabat Pemkab Jember. Dia akrab disapa Abah. Namanya sendiri Ahmad Sudiyono, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember.

          Ahmad Sudiyono, rupanya sudah sejak lama jadi ketua takmir masjid di dalam Lapas. Sejak dia jadi ketua takmir, setiap hari Minggu di dalam Lapas rutin ada khataman Alquran. “Itu bagian dari salah satu program saya,” tutur tokoh yang dikenal sangat ramah dengan siapapun ini.

          Dia mengakui, tidak sedikit warga binaan Lapas Jember yang syok, sejak awal masuk ke pintu taubat. Bagi yang sudah lama dan pikirannya selalu terbebani, bisa jadi stress melandanya. Supaya untuk menghindari itu semua, Ahmad Sudiyono, menggelar beberapa kegiatan sirami rohani muslim.

          Masih beruntung, kata Ahmad Sudiyono, Lapas Jember tidak melibatkan pihak luar termasuk ustad maupun kiai, untuk mensukseskan khataman Alquran yang digelarnya kemarin. Soal pemimpin baca Alquran dan doa, katanya, cukup ustad yang juga berperkara hukum dan harus dibina di dalam Lapas.

”Kami juga memiliki ustad di lapas. Tidak pulang. Tidurnya juga di sini. Karena mereka juga warga binaan,” ujarnya.

Kata pria yang dikenal energik itu, di dalam lapas tidak ada kasta. Dia yang pernah menjadi pejabat, statusnya sama dengan mereka tukang becak yang harus menjalani hukumannya. ”Sehingga, di rumah ‘pertaubatan’ itu perlu diisi dengan kegiatan positif yang bermanfaat,” pungkasnya.  (rully efendi/hdi/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia