Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Semeru
Lumajang

Serasa Liga Nasional

Jumat, 14 Apr 2017 12:40

Serasa Liga Nasional

TIM KEBANGAAN: Apri, striker Semeru FC Lumajang (kiri) berusaha melewati hadangan Agus Prasetyo, defender Persewangi di laga ujicoba terakhir menjelang kompetisi bergulir. Dalam uji coba setelah launching team di Stadion Semeru kemarin, tuan rumah menang t (Heru Putranto/Radar Jember)

LUMAJANG – Memang statusnya laga ujicoba. Juga merupakan laga balasan setelah pekan kemarin melayat ke Persewangi Banyuwangi. Tapi, atmosfer pertandingan kemarin berbeda. Sudah mulai terasa selayaknya Liga 2 Indonesia yang sesungguhnya.

Benar memang. Sejak kick off, pertandingan langsung berjalan panas. Beberapa menit berjalan, Cakra Yudha sudah diganjar kartu kuning. Duel-duel udara dan adu sprint ditunjukkan kedua kesebelasan.

Tim tamu Persewangi Banyuwangi sepertinya juga tidak sabaran. Mereka langsung menggebrak dengan serangan mematikan. Begitu juga dengan tuan rumah. Dua klub yang selevel di kasta kedua ini sama-sama menunjukkan kelasnya.

Gempuran anak-anak Semeru terus-terusan dilakukan menggedor pertahanan Banyuwangi. Reza Mustofa sebagai ujung tombak juga seringkali mengancam gawang tim tamu. Sebaliknya juga sama, tekanan anak-anak Banyuwangi juga seringkali menebar teror.

Namun, hingga turun minum, skor kacamata bertahan. Di babak pertama anak-anak Semeru FC tercatat lebih banyak melakukan penetrasi. Bahkan, Reza dan kawan-kawan membukukan enam kali tembakan terarah. Lebih sedikit dari Persewangi yang baru membukukan empat tembakan.

Usai turun minum, anak asuh Putut Widjanarko ini sepertinya tidak mau memberi ampun. Mereka kerap kali memenangi duel udara. Bahkan, serangan yang dilancarkan dari sektor sayap kerap bikin barisan Persewangi kedodoran.

Hanya saja, sejumlah peluang yang dibangun dari sektor sayap tidak mampu dikonversi menjadi gol. Umpan-umpan silang selalu kandas. Tandukan Reza Mustofa masih melenceng. Sepakan keras Cakra Yudha yang tepat di depan gawang juga masih melambung.

Baru di menit ke 64 gol tercipta. Itu setelah kejelian Putut Widjanarko mengetahui kelemahan lawan. Sejak awal dia yang memasang Indra Patikupai di lini tengah dipaksa lebih maju. Akhirnya, gol berhasil dicetak Indra. Sekaligus menjadi penentu kemenangan pasukan Bleduk Semeru. Tendangan first time kerasnya dari kotak 16 tak mampu dibendung. Gawang Persewangi akhirnya jebol.

Susai pertandingan, Putut mengatakan laga kemarin itu merupakan ujicoba terakhir jelang kompetisi resmi. ”Catatan kita, greget pemain tidak seperti ujicoba di luar daerah. Mungkin karena di hadapan publik sendiri jadi kurang pas,” katanya.

Kedua, lagi-lagi dia menyebutkan pada finishing touch yang masih kurang. Banyak peluang umpan tarik dari samping tapi belum diselesaikan dengan baik. “Itu dua evaluasi kami. Ada waktu seminggu untuk kita perbaiki,” katanya.

Dari penilaiannya, Putut mengatakan penampilan anak-anak Semeru FC kemarin masih belum seratus persen. “Sebenarnya cukup bagus. Tapi belum 100 persen. Belum. Nanti kompetisi resmi pada tanggal 23 mengeluarkan sekuat tenaganya,” katanya.

Alasannya, kata Putut, cukup logis. Pertama anak-anak takut cedera. Sebab jika cedera, tidak bisa ikut kompetisi resmi. Namun, besok akan dievaluasi lagi. “Masalahnya memang riskan kalau mendekati kompetisi. Khawatir cedera dan macam-macamnya. Tapi dari perhitungan saya anak-anak sudah bisa all out untuk tampil nanti di kompetisi resmi 23 April mendatang,” ungkapnya.

Dengan demikian, dengan hasil 1-0 kemenangan tersebut, Putut menjelaskan masih unggul secara head to head. Saat bertandang ke Banyuwangi kalah memang 2-1. Tapi dengan unggul 1-0 di kandang, membuat klub besutannya memang.

Selain itu, dia juga mengevaluasi tembakan ke gawang lebih banyak. Ball possision juga masih unggul. “Tinggal gregetnya yang masih perlu dibenahi lagi,” pungkasnya. (fid/hdi/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia