Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Semeru
Lumajang

Sejarah Baru Bledug Semeru

Jumat, 14 Apr 2017 12:20

Sejarah Baru Bledug Semeru

LAUNCHING: Presiden Persigo Smeeru FC Ngateman (kiri) saat me-launching jersey Persigo Semeru FC, kemarin. (Heru Putranto/Radar Jember)

LUMAJANG – Sejarah sepak bola muncul di Lumajang. Pertama kalinya, kota di bawah Gunung Semeru itu memiliki sebuah klub sepak bola profesional, Persigo Semeru FC.

Peluncuran Semeru FC kemarin sore (13/4) dilakukan secara gila-gilaan. Hampir semua komponen kumpul jadi satu di Stadion Semeru Lumajang. Mulai dari Bupati Lumajang Drs H As’at Mag, seluruh jajaran SKPD dan Dinas Pemuda dan olahraga Pemkab Lumajang, semua tokoh olahraga. Dan tak ketinggalan, ratusan suporter setia Semeru FC yang bakal mengawal tim kebanggaannya itu berlaga di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu.

Tampak juga para sponsor, mulai dari Jawa Pos Radar Jember dan Radar Semeru. Sponsor lain seperti Khelme juga hadir diwakili Soni Agus Santoso. Termasuk juga Manda Grop dan Nogosari Leather serta sponsor lainnya.

            Kegilaan launching Semeru FC tampak terasa sejak siang hari. Suasana stadion Semeru mulai tampak ramai. Bahkan sore harinya, seluruh tribun stadion sudah padat penonton yang penasaran dengan tim baru pasukan Bleduk Semeru itu.

Gemuruh yel-yel dari para suporter menggelora sepanjang laga. Bahkan kelompok suporter yang ada di sisi tribun selatan tak henti-henti menggelorakan nyanyian dukungan pada klub kesayangannya.

Bendera dengan spanduk mereka bentangkan. Itu menunjukkan kegembiraan dan luapan emosi mereka akan hadirnya Semeru FC.

“Hari ini kami tancapkan tonggak sejarah batu sepak bola profesional. Kami berharap tidak hanya lewat. Tetapi bisa mewarnai gelanggang sepak bola nasional. Syukur-syukur bisa menerobos kasta tertinggi di tanah air,” kata Ngateman SH, Presiden Direktur Semeru FC. Dia memberikan apresiasi tinggi atas dukungan bupati dan jajaran Forkopimda yang hadir. Juga pada seluruh sponsor seperti Khelme Tangerang, Radar Jember dan Radar Semeru.

Ngateman menceritakan, sejak klub diboyong dari Gorontalo, manajemen langsung merekrut para pemain. “Ada 24 pemain yang sudah diseleksi dari total 30. Sisanya akan diisi anak-anak Lumajang yang akan kita magangkan supaya jadi profesional juga,” katanya.

Ngateman juga mengatakan, sejak 23 April nanti akan melewati serangkaian pertandingan. Semeru FC kebagian melayat ke empat pulau sebagaimana yang terdapat dalam grup VII. ”Mohon doa dan dukungannya,” katanya.

Sementara Bupati Lumajang Drs H As’at Mag menyambut gembira kehadiran Persigo Semeru FC ini di Lumajang. “Saya bersama SKPD dan pengurus Koni di sini, saya sampaikan terima kasih. Semoga partisipasi pada sepak bola semakin bagus. Semoga ke depan bisa memenuhi harapan pecinta sepakbola di Lumajang,” katanya.

Bupati As’at juga punya espektasi tinggi. Menurutnya, siapapun boleh bangga. Karena Lumajang sebentar lagi akan terkenal dengan sepak bolanya. “Kita semua harus bangga dan kita semua harus menggelorakan sepak bola,” katanya.

Sementara itu, filosofi logo Persigo Semeru FC juga diungkapkan dalam launching tersebut. Soni Agus Santoso yang merupakan wakil dari Khelme mengungkapkan logo yang sudah dicetak oleh perusahaannya.

Merah menunjukkan lambang keberanian. Simbol gunung Semeru merupakan puncak tettinggi di Pulau Jawa. Gambaran pisang merupakan kas Lumajang. Dibalikknya tersimpan talenta sepak bola yag dimiliki Persigo dan PSIL. Warna hitam melambangkan sportivitas juara loyal. Dan tameng perisai bermakna pelindung tidak gampang ditembus lawan.

Soni mengungkapkan, jersey tersebut sambil diikuti empat model yang mempamerkan kostum Semeru FC. Baik kostum home maupun away ditampilkan oleh peragaan model. Membuat seisi stadion serius melihat kostum tersebut.

Soni juga menyerahkan kostum yang dia garap pada Presiden Direktur Persigo Semeru FC yang didampingi oleh Bupati Lumajang Drs H As’at MAg. Baru setelah itu, satu per satu pemain Persigo Semeru FC dikenalkan ke publik.

Ada kiper Pujiantoro, Nugroho Mardianto mantan Persebaya, Agil, Danu, Septian pemain PraPon Jatim. Cakra Yudha yang merupakan jebolan Pra Pon Jatim asal Jember juga dikenalkan. Jajang Paliama asal Persik Kediri, Yudi Setiawan, Maman  dan Oni (binaan asli PSIL) dan Firmansyah.  Ada juga Yogi PSIL juga dikenalkan sebagai pemain Semeru FC.

Termasuk Reza Mustofa penyandang ban kapten Semeru FC. Wahyu Pon Gorontalo, Apri jebolan Persikoba disampaikan ke publik. Tak lupa juga Putut Widjanarko legenda sepak bola nasional yang sekaligus mantan pemain Persebaya. Semua dikenalkan dan membuat stadion bergemuruh menyambut kehadiran mereka.

Usai perkenalan, Bupati dan Presiden Direktur menyalami satu per satu pemain tersebut. Bahkan, mereka juga menyempatkan berfoto bersama.

Kick off ujicoba lawan Persewangi Banyuwangi kemarin ditandai dengan tendangan kehormatan yang dilakukan oleh Bupati Lumajang. (fid/hdi/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia