Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Semeru
Nelayan Kembali Melaut

Gelombang Laut Selatan Mulai Normal

Meski Cuaca Buruk, Tak Semua Nelayan Libur

Jumat, 07 Apr 2017 10:52

Gelombang Laut Selatan Mulai Normal

BERSIAP MELAUT: Salah satu nelayan mempersiapkan perahunya untuk melaut kembali setelah sempat libur karena gelombang tinggi. (Qomaruddin Hamdi)

PASIRIAN – Cuaca ekstrem yang mengakibatkan gelombang laut tinggi berangsur membaik. Nelayan di Desa Selok Awar-Awar pun kemarin mulai berani kembali melaut setelah sempat libur beberapa hari.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru (Rame) di TPI Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian, kemarin banyak nelayan yang sudah kembali melaut. Kondisi itu berbeda dengan beberapa hari lalu saat gelombang pantai selatan meninggi.

Sarmono, nelayan setempat mengatakan, kondisi gelombang pantai selatan saat ini terpantau aman untuk melaut. Sehingga dirinya dan beberapa nelayan lainnya mulai melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa.

Dia menuturkan, kondisi gelombang beberapa hari yang lalu memang cukup tinggi. Kondisi itu cukup mempengaruhi penghasilannya. “Beberapa hari yang lalu ombak besar, tapi hanya beberapa hari,” katanya.

Menurutnya, kondisi itu sudah biasa dirasakan oleh para nelayan seperti dirinya. Jika cuaca mendung dan sering terjadi hujan, gelombang biasanya tinggi.

Untungnya, hujan yang terjadi beberapa hari ini tidak disertai dengan angin kencang. Sehingga tinggi gelombang tak sampai pada ukuran sangat esktrem. “Untung tidak angin, kalau sama anginnya mungkin gak berani melaut,” tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala BPBD Lumajang, Agus Budianto menuturkan, kondisi cuaca saat ini sudah dalam kondisi normal. Kendati demikian, mendung tipis masih terlihat menyelimuti Kota Lumajang.

Dua hari ini wilayah Lumajang juga tidak di guyur hujan, kondisi itu memberikan dampak positif bagi kondisi daerah di Lumajang. Risiko untuk terjadinya banjir dan tanah longsor pun berkurang.

Dia menuturkan pantuan di pantai selatan juga terbilang normal. Tidak ada dampak yang terlalu signifikan dari cuaca ekstrem yang terjadi. “Pantauan kami di pantai selatan dalam kondisi normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya.

Agus menuturkan saat ini kodisi gelombang berada pada taraf ketinggian normal, sekitar satu sampai dua meter. Sehingga tidak ada risiko jika para nelayan hendak melaut dan mencari nafkah.

Kendati demikian dia menuturkan, nelayan harus tetap berhati-hati dengan kondisi cuaca yang sampai saat ini belum stabil. Tidak menuntut kemungkinan, hujan masih akan turun dan mengguyur Lumajang. “Tetap harus berhati-hati karena cuaca hingga saat ini belum stabil,” tuturnya.

Selain itu kondisi cuaca dan gelombang pantai yang beberapa hari lalu meninggi juga berpengaruh pada pendapatan nelayan. Ir Saiful MM, Kepala Dinas Perikanan, menuturkan kondisi itu cukup mempengaruhi meski tidak terlalu signifikan. Hal itu dikarenakan tidak semua nelayan berhenti melaut saat kondisi gelombang membesar. Ada beberapa nelayan yang nekat melaut meski kondisi gelombang cukup tinggi. Sehingga kebutuhan ikan di Lumajang masih tertangani.

Bahkan untuk saat ini dia mengatakan semua nelayan sudah kembali melaut. Kondisi gelombang sudah normal. “Sudah mulai melaut. Mulai dari Tempursari sampai Yosowilangun turun semua,” tutupnya. (mar/ras)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia