Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Hukum

Selangkah Lagi Sroedji Pahlawan Nasional

Menunggu Dewan Gelar dan Presiden

Jumat, 14 Oct 2016 20:00

Selangkah Lagi Sroedji Pahlawan Nasional

PAHLAWAN NASIONAL? Patung Letkol Moch. Sroedji yang ada di depan Pemkab Jember yang sudah masuk ke Dewan gelar untuk dianugerahi Pahlawan Nasional. (Jumai/Radar Jember)

JEMBER –Jember akan segera memiliki pahlawan nasional. Nama Letkol Moch. Sroedji saat ini sudah di dewan gelar dan menunggu keputusan presiden untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Jika mulus, nama Sroedji akan diumumkan sebagai pahlawan saat upacara peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.

Kabid Pemberdayaan dan Pengendalian Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Jember Isnaini Dwi Sushanti mengatakan, ada perkembangan positif dari upaya pengajuan Sroedji sebagai pahlawan nasional. “Alhamdulillah, pengajuan Letkol Moch Sroedji sudah masuk ke dewan gelar,” katanya kemarin.

Hal ini dibuktikan dengan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang datang ke Jember pada 28 September lalu. Saat itu ada peneliti dari Universitas Indonesia melihat langsung dan menyampaikan proses pengajuan Sroedji dari Pemkab Jember menjadi pahlawan nasional. “Kerja keras masyarakat, Dinas Sosial Jember, Dinas Sosial Jatim, dan keluarga mendapatkan hasil yang bagus,” tandasnya.

Berdasarkan informasi TP2GP, lanjut dia, Letkol Moch. Sroedji memenuhi syarat untuk diajukan ke dewan gelar dan diajukan ke presiden untuk mendapatkan persetujuan Penganugerahan Pahlawan Nasional. Bahkan, TP2GP menyatakan, dengan masuknya nama Sroedji ke dewan gelar, sebenarnya tugas dinas sosial sudah maksimal dan bagus.

“Sehingga saat ini tinggal menunggu dari dewan gelar dan presiden untuk menetapkan Sroedji menjadi pahlawan nasional,” ungkap perempuan yang biasa disapa Shanti ini.

Shanti menuturkan, saat ke Jember TP2GP sempat mendatangi lokasi Letkol Moch. Sroedji tertembak di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari. Mereka mengecek langsung ke lokasi dan bertemu dengan saksi dari Mayang. Kabarnya, di naskah akademik (NA) masih ada yang belum sempurna.

Sebab, informasinya menyebutkan Sroedji pernah dikeler dalam kondisi hidup dari Karang Kedawung. “Padahal Sroedji kan tertembak mati di Karang Kedawung,” ungkapnya.

Jika saat dikeler dalam kondisi hidup, sambung dia, Sroedji menyerah dalam perlawanan terakhirnya. “Kalau menyerah, maka bisa menggugurkan pengajuan menjadi pahlawan nasional,” jelasnya. Untungnya, TP2GP sempat bertemu dengan saksi mata peristiwa kematian Sroedji pada 1949 itu.

Selain itu, juga ada tambahan naskah akademik dari Belanda. “Keluarga mendapatkan naskah dari Belanda bagaimana bencinya Belanda terhadap Sroedji,” ucapnya. Ini semakin meyakinkan TP2GP untuk merekomendasikan kepada dewan gelar agar Sroedji bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

TP2GP, menurut Shanti, sempat menyebut bahwa kisah heroik Sroedji hampir sama dengan apa yang dialami I Gusti Ngurah Rai dari Bali. Selain Sroedji, kabarnya ada dua nama lagi dari Jatim yang masuk ke dewan gelar. Salah satunya adalah KH As’ad Syamsul Arifin yang diusulkan dari Pemkab Situbondo.

Shanti menjelaskan, apa yang dicapai sekarang jauh lebih baik dari 2015 lalu. Sebab, tahun lalu proses pengajuan Sroedji menjadi pahlawan nasional tertunda. Untungnya, proses yang ada tidak dibatalkan.

Proses yang dilakukan tahun ini, kata dia, tidak dimulai dari awal lagi. Tahun ini dinsos melengkapi berbagai kekurangan yang ada. Dia meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Jember agar dewan gelar memberikan gelar pahlawan nasional kepada Sroedji.

“Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jember akhirnya bisa memiliki pahlawan nasional asli Jember,” cetusnya. (ram/c1/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia