Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Hukum

Bawa Massa ke Kantor Bupati

Menolak Pembangunan Tambak di Puger

Jumat, 14 Oct 2016 19:05

Bawa Massa ke Kantor Bupati

KONTRA TAMBAK: Massa dari Puger kemarin (13/10) demonstrasi di depan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember untuk menolak pembangunan tambak. (Jumai/Radar Jember)

JEMBER – Ratusan warga Puger menggelar demonstrasi di depan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember, kemarin (13/10). Mereka menuntut pembangunan tambak PT Pandawa Lima Sejahtera Bersama di Puger untuk dihentikan dan ditutup. Massa menganggap pembangunan tambak itu merusak lingkungan.

Kholilur Rohman, koordinator massa, mengungkapkan, perusahaan telah merusak tanaman pandan laut di tepi pantai. Padahal, pandan laut dibutuhkan untuk mencegah ombak. “Pandan laut dijebol. Sayangnya, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember memberinya izin pembangunan tambak,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Kholil itu meminta kepala KLH Jember mencabut izin yang telanjur diterbitkan. Kepala KLH dinilai tidak paham kondisi di lapangan secara faktual. “Jangan diobral izin yang tak valid. Kepala KLH harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Pria asal Desa Kasiyan, Puger, itu menuding ada permainan besar dari investor bersama pejabat Pemkab Jember. “Kami tidak alergi investor. Tapi, kami lawan investor perusak lingkungan,” katanya.

Mengenai alasan bahwa investasi itu bisa menampung tenaga kerja lokal, dinilai Kholil sebagai alasan. Seharusnya, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel) Jember kreatif memberdayakan nelayan. Sebab, dia tak yakin tambak yang merusak lingkungan akan sebanding manfaatnya dengan apa yang akan didapat masyarakat.

Setelah menyampaikan aspirasinya di depan KLH, pendemo melanjutkan aksinya ke kantor bupati. Setiba di kantor bupati, massa tidak bisa bertemu Bupati Faida karena sedang di Surabaya. Sedangkan Wabup Muqit Arief sedang berdinas di luar kantor. Selanjutnya, perwakilan massa ditemui Asisten I Pemkab Jember Sigit Akbari, Kepala KLH Jember Trilaksono Titot, Kepala Disperikel Jember Mahfud Afandi, dan Kepala BPN Jember.

Joremi, mantan Kades Puger Kulon yang ikut berdemo, meminta bupati untuk menghentikan seterusnya operasional pembangunan tambak. Bukan hanya menghentikan sementara. Sebab, tanah yang dibangun untuk tambak sebenarnya lahan fasilitas umum Perumahan LC di Puger.

Aris, nelayan Puger mengungkapkan, ratusan pandan laut dijebol pekerja tambak, lalu dibakar. Bahkan, saat ini sudah terjadi banyak kerusakan di sebelah barat pantai. "Kami takut alam murka pada kami hanya gara-gara orang serakah," katanya.

Kepala KLH Jember Trilaksono Titot mengaku terenyuh saat mendatangi lokasi tambak beberapa waktu lalu. Setelah meninjau lapangan, KLH langsung mengirim surat ke pemilik tambak. Dia berjanji pekan depan ke Jakarta untuk menandatangani Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk konsultasi.

Dia meminta warga bersabar. Sebab, pemkab tetap komitmen akan berpihak kepada yang benar dan tak merusak lingkungan. “Sabar. Kami bersama bupati serius menyikapi persoalan ini,” janjinya.

Beberapa hari lalu Bupati Faida memanggil manajemen tambak ke kantornya. Dalam pertemuan itu, disepakati pembangunan tambak dihentikan sementara selama sebulan. Selama itu pula pemkab akan konsultasi ke pemerintah.

Jika hasil konsultasi menyebut pembangunan tambak melanggar, bisa jadi pembangunan tambak dihentikan seterusnya. Tetapi, jika secara prosedur sudah memenuhi, pemkab tidak bisa menghentikan proyek tersebut. (rul/c1/har/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia