Jumat, 19 Jan 2018
radarjember
Politik

DPW PPP Bantah Kecurangan

Terkait dengan Muscab PPP Jember

Jumat, 07 Oct 2016 19:15

DPW PPP Bantah Kecurangan

RUSAK PARAH - Sisa-sisa kantor DPC PPP Jember yang dirusak massa selasa kemarin (4/10) (Heru Putranto/Radar Jember)

JEMBER – Kericuhan dalam Muscab PPP Jember membuat DPW Jatim langsung bersikap. Dewan Perwakilan Wilayah PPP Jawa Timur mengatakan, proses muscab dalam PPP Jember tidak ada kecurangan.

Terkait dengan isu sabotase unsur PAC dalam formatur Muscab PPP Jember, mereka beralasan jika PAC tidak bisa memenuhi syarat dari DPP. Sehingga kemudian unsur PAC diambil oleh DPP.

Norman Zein Nahdi, sekretaris DPW PPP Jawa Timur pada Jawa Pos Radar Jember menuturkan, ada isu jika pihaknya mengeluarkan SK pada orang lain. “Itu tidak benar. Sistem formatur itu tidak mungkin kita mengeluarkan surat,” jelas Didik. Dirinya sebagai sekretaris DPW PPP Jatim tidak mengeluarkan surat untuk itu.

“Rapat formatur saja belum selesai, kok bisa kita mengeluarkan surat atau SK,” ucapnya. Didik, panggilan akrabnya, menjelaskan jika untuk pelaksanaan Muscab PPP kali ini memang berbeda. Di mana dilakukan dengan sistem keterwakilan alias formatur. Formatur ini terdiri dari wakil DPP, DPW, Majelis Cabang, DPC dan PAC.  Dan di Jember yang bermasalah memang unsur dari PAC.

Terkait dengan surat kepada Bupati Jember, diakuinya, pihaknya memang mengeluarkan surat mengenai formatur dari unsur PAC. Pasalnya, dari unsur PAC PPP di Jember tidak bisa menunjuk satu nama keterwakilan untuk menjadi formatur itu. “Untuk DPC deadlock. Jadi posisinya draw (imbang). Bahkan sempat diulang pemilihan tapi draw lagi,” jelasnya.

Karena tidak bisa menentukan satu nama, sehingga kemudian dilaporkan kepada DPP. Berdasarkan petunjuk pelaksanaannya maka hak pilih itu diambil alih kepada DPP. “Jadi DPP mengambil alih formatur (dari DPC),” tegasnya. Sehingga pihaknya menegaskan jika untuk muscab di Jember tidak ada kecurangan.

Apalagi, isu yang berkembang soal penerbitan Surat Keputusan (SK) DPP PPP sebagai legitimasi salah satu calon ketua DPC PPP Jember. Mengenai indikasi kecondongan DPP dan DPW PPP ke salah satu calon Ketua DPC PPP Jember, Didik juga membantah bahwa tidak ada hal tersebut.

“DPP dan DPW memiliki hak suara itu (memilih Ketua DPC). Larinya suara itu ke siapa, menjadi hak masing-masing,” ucapnya. Mengenai status calon itu kalau sudah in cracht menurutnya tidak masalah. Tetapi pihaknya juga belum melihat secara lengkap aturan di AD-ART nya.

Terkait dengan masalah perusakan kantor oleh sejumlah oknum kader partai berlambang Ka’bah di Jember itu, diakui Didik, pihaknya masih belum melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Namun, jika ada perwakilan PAC atau DPC yang melaporkan itu dipersilakan. “Kalau ada pelaporan dari PAC tentang kantor yang dirusak, itu kan aset partai. Ya silakan kalau mau melapor,” tegas Didik.

Yang jelas, untuk masalah di Jember, pihaknya sudah mengambil langkah. “DPW sudah membentuk tim untuk mengusut perusakan itu,” ucapnya. Karena memang untuk partai sifatnya kolektif kolegial, di bawah DPW Jawa Timur. Pihaknya akan melakukan investigasi tersendiri.

Jika memang nantinya hasil investigasi memang harus melaporkan aksi pengrusakan itu untuk mendukung PAC, bisa saja dilakukan pihaknya. “ya memang wajib kita menyikapi. Karena itu kantor,” tegas Didik.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan massa kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember mengamuk (4/10). Mereka merusak kantor di Jalan Karimata Jember ini. Bukan hanya merusak perabotan dan isi kantor, namun juga memecah kaca kantor serta melakukan aksi bakar-bakar di halaman kantor.

Aksi ini sebagai buntut surat DPW dan DPP kepada Bupati Jember. Di mana dalam surat tersebut disebutkan jika unsur PAC sebagai salah formatur dalam Muscab PPP dicoret. Mereka akan digantikan oleh unsur DPP. Sehingga kader PPP menuding jika nantinya muscab ini sebagai pengkondisian mengarah kepada satu nama saja. (ram/c1/hdi/jawapos.com)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia