Jumat, 27 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Gedung Kesenian Bakal Dimodel Mirip Gedung Cak Durasim, Nih Rencananya

Selasa, 17 Apr 2018 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

gedung, kesenian, kota probolinggo, museum

BELUM IDEAL: Kondisi gedung kesenian yang diproyeksikan dibangun mirip gedung Cak Durasim, tahun depan. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

PROBOLINGGO - Gedung Kesenian Kota Probolinggo bakal direhab. Namun, renovasi itu tidak akan dilakukan tahun ini. Rehab diperkirakan baru terealisasi tahun depan.

Tak tanggung-tanggung, Disbudpar mewacanakan gedung kesenian nanti seperti Gedung Cak Durasim. Hal ini diungkapkan Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Agus Efendi.

“Rencananya akan direnovasi seperti gedung Cak Durasim,” katanya. Rencananya, di dalam gedung kesenian akan ada gedung lagi yang berisi panggung dan tempat duduk penonton. “Di luar tempat pertunjukkan juga disediakan lobi,” ujarnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol ini mengatakan, untuk panggung utama akan menggunakan konsep amfiteater. “Sehingga, penonton yang di belakang juga bisa leluasa untuk menyaksikan penampilan kesenian,” imbuhnya.

Kebutuhan anggaran untuk merenovasi gedung kesenian ini sekitar Rp 4 miliar. Agus –sapaan akrabnya– mengaku, pihaknya sudah berkonsultasi dengan komisi II terkait rencana merenovasi gedung kesenian ini.

Pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait teknis pembangunannya.

“Memungkinkan tidak dilakukan pembangunan secara bertahap. Hal ini karena harus jelas peruntukan pembangunan tahap pertama untuk apa dan tahap kedua untuk apa. Mungkin baru 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKKPro) Peni Priyono mengaku telah dilibatkan dalam pembahasan renovasi gedung kesenian. Terutama berkaitan dengan desain.

“Kami dilibatkan bukan untuk membahas masalah teknis, namun lebih pada desain. Apa sudah sesuai dengan kebutuhan untuk kegiatan kesenian di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Peni –sapaan akrabnya– mengungkapkan, gedung kesenian saat ini masih belum ideal untuk kegiatan berkesenian. “Hanya sebatas punya untuk kegiatan berkesenian. Namun untuk peruntukannya, masih belum ideal,” ujarnya. Peni sendiri setuju, jika pemkot mengambil konsep gedung kesenian Cak Durasim.

(br/put/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia