Rabu, 25 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Toko Modern yang Buka 24 Jam Disorot Dewan, Ini Alasannya

Selasa, 17 Apr 2018 04:15 | editor : Muhammad Fahmi

minimarket, alfamart, indomaret, alfamidi, toko modern, buka 24 jam

RAMAI: Minimarket di Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Sejauh ini masih banyak toko dan minimarket yang beroperasi selama 24 jam. (Dok. Radar Bromo)

MAYANGAN - Banyaknya toko modern di Kota Probolinggo yang beroperasi selama 24 jam terus menjadi sorotan DPRD setempat. Komisi I mempertanyakan keseriusan Pemkot Probolinggo dalam menegakkan peraturan daerah (perda).

Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis mengatakan, pertengahan Maret lalu, pihaknya meminta Pemkot Probolinggo menyurati toko atau supermarket yang beroperasi selama 24 jam. Namun, sejauh ini adanya rekomendasi itu belum ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Aziz mengatakan, dalam hearing dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo Maret lalu, Komisi I merekomendasi agar Pemkot menjalankan amanat Perda Nomor 9/2011 tentang Perlindungan Pasar Tradisional dan Toko Modern. Salah satunya menyebutkan, toko atau sejenisnya dilarang buka 24 jam.

Namun, sejauh ini masih ada toko atau minimarket yang melanggar Perda dimaksud dengan beroperasi selama 24 jam. “Waktu itu kami minta semua toko dan supermarket disurati. Bentuknya surat edaran (SE) soal larangan buka 24 jam,” ujarnya. Surat itu diminta ditembuskan ke DPRD Kota Probolinggo.

Namun, menurut Aziz, sejauh ini OPD terkait belum melaksanakan rekomendasinya. Terbukti, sejauh ini pihaknya belum mendapat tembusan SE tersebut. “Kalau surat edarannya dikirim, akan kami dapat tembusannya. Kami belum dapat. Berarti kan belum melaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perizinan DPMPTSP Kota Probolinggo Erwan mengaku, sudah menyurati seluruh toko atau swalayan di wilayahnya. Surat edaran larangan membuka toko selama 24 jam itu sudah dikirim sejak sepekan lalu.

“Kami tidak punya batasan sampai berapa kali disurati. Tapi, kalau masih ada toko yang buka (selama 24 jam), itu kewenangan Satpol PP sebagai penegak Perda,” ujarnya.

Sedangkan, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Sugeng Riyadi mengaku, juga sudah memberitahukan adanya Perda itu. Terutama, soal larangan toko beroperasi selama 24 jam. “Kami sudah memberitahukan ke para pengusaha toko. Perda itu saya sampaikan saat mereka mengurus perizinan,” ujarnya.

Sugeng mengaku tidak memiliki wewenang mengingatkan toko yang melanggar Perda. Kewajibannya, hanya memberitahukan, Pemkot memiliki Perda yang melarang toko beroperasi selama 24 jam. “Hanya itu kewenangan kami. Kalau ada toko yang melanggar Perda, itu kewajiban Satpol PP,” ujarnya.

Mendapati itu, Kasatpol PP Kota Probolinggo Sudiman mengaku akan lakukan pemetaan terhadap semua toko modern tentang aturan jam bukanya. “Baru setelah itu akan dilakukan pembinaan sampai upaya penertiban,” ujarnya.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia