Jumat, 27 Apr 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Debat Perdana Pilbup Probolinggo, HATI-MMC Adu Data

Selasa, 17 Apr 2018 01:01 | editor : Muhammad Fahmi

debat publik, pilbup probolinggo, hati, mmc, jtv

ADU PROGRAM: Suasana debat publik perdana Pilbup Probolinggo yang disiarkan langsung di JTV, Senin malam (16/4). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

SURABAYA - Debat publik perdana pemilihan bupati-wakil bupati Probolinggo digelar secara live di JTV, Senin malam (16/4). Dalam debat perdana itu, lebih banyak membahas terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Sebelum memasuki sesi debat, sekitar pukul 19.30 WIB itu, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi memberikan sambutan. Zubaidi mengatakan, debat publik ini salah satunya bertujuan mengenalkan para pasangan (paslon) kepada calon pemilih di Kabupaten Probolinggo.

“Baik nomor urut satu yaitu Puput Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko serta nomor urut dua, Abdul Malik Haramain dan Muzayyan Badri,” ujarnya. Selain mengenalkan paslonnya, juga mengenalkan visi-misi kedua paslon. Serta, mengenalkan program yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dalam debat pertama ini ada 6 sesi. Pertama pemaparan visi-misi kedua paslon. Sesi ke dua sampai ke lima diisi dengan tanya jawab serta menjawab pertanyaan yang telah disediakan KPU.

Sedangkan sesi ke enam, merupakan pemaparan kedua paslon terkait komitmen yang akan dijalankan ketika terpilih menjadi bupati-wakil bupati Probolinggo.

Paslon Puput Tantriana Sari-Timbul Prihanjoko (HATI) mendapatkan kesempatan pertama memaparkan visi misinya. Calon incumbent ini lebih banyak menyampaikan apa yang sudah dilakukan selama 5 tahun mengabdi.

Seperti, menyelesaikan pembangunan insfrastruktur jalan, kesehatan, serta pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Sedangkan, pasangan Malik Haramain-Muzayyan Badri mengatakan, kinerja incumbent saat diberi kesempatan mengabdi selama 5 tahun tidak berhasil. Dinilai dari masih banyaknya pengangguran. “Terbukti dengan demikian tidak berhasil mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Probolinggo,” ujar Malik.

Malik pun menyebutkan data bahwa Kabupaten Probolinggo masih masuh daerah miskin di Jawa Timur. Ia juga menyebut, kasus gizi buruk masih banyak dijumpai di Kabupaten Probolinggo.

Padahal, Kabupaten Probolinggo disebutkan Malik merupakan daerah yang kaya. Ia menilai, kinerja pemerintah daerah setempat sejauh ini belum maksimal.

Namun, penyampaian data Malik itu ditepis oleh Tantri. Ia mengatakan, pemerintahannya cukup berhasil dalam mengentaskan kemiskinan. “Selama lima tahun mengabdikan diri, kami telah sukses menurunkan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” jelas Tantri.

Terkait ekonomi kreatif, kedua paslon memiliki jawaban berbeda. Pasangan calon nomor urut satu mencontohkan pengembangan ekonomi kreatif di kalangan santri.

“Seperti, program Santri Entrepreneur. Kami telah berhasil menumbuhkan santri yang mandiri. Sebelumnya, mereka tidak bisa melakukan budi daya jamur. Setelah kami bina, mereka bisa memproduksi dan menjual hasilnya,” ujar Timbul.

Sedangkan, Malik mengatakan, Kabupaten Probolinggo sebenarnya bukan daerah miskin. Namun, memiliki kekayaan alam melimpah. Menurutnya, sebagai kepala daerah seharusnya bisa menumbuhkan masyarakat yang memiliki pendirian otonomi.

“Mampu dan membangkitkan rakyat untuk meningkatkan ekonominya sendiri. Sebagai pemerintah harus benar-benar bisa merasakan dan memfasilitasi,” ujarnya.

Ada yang menarik di debat perdana Pilbup Probolinggo pertama itu. Paslon Malik sempat beberapa kali meminta MC untuk menenangkan pendukung yang tak tertib. Hal ia sampaikan hingga beberapa kali saat debat.

(br/mie/sid/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia