Senin, 23 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Petani Sukapura Panen Perdana, 2 Hektare Hasilkan 40 Ton Bawang Putih

Senin, 16 Apr 2018 13:00 | editor : Muhammad Fahmi

panen, bawang, putih, sukapura

PANEN PERDANA: Suasana panen perdana bawang putih di Sukapura, Minggu (15/4). (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

DRINGU - Tak hanya jadi penghasil bawang merah. Kabupaten Probolinggo juga jadi daerah pemasok bawang putih nasional.

Minggu (15/4), mulai panen perdana bawang putih. Ada sekitar 2 hertare lahan pertanian bawang putih yang sudah dipanen.

Dari 2 hektare lahan itu, setiap hektare dihasilkan 20 ton bawang putih umbi basah. Kini, masih ada sekitar 49 hektare bawang putih yang akan dipanen dalam sebulan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan, meski ini merupakan panen perdana, hasilnya cukup memuaskan. Dari hasil umbi 20 ton per hektare berhasil tumbuh baik. “Ini, merupakan panen perdana. Hasilnya cukup bagus. Semoga panen berikutnya juga bagus,” ujarnya.

Menurutnya, bawang putih tidak bisa ditanam di sembarang tempat. Sebab, tanaman ini hanya bisa tumbuh di daerah dataran tinggi. Sehingga, pihaknya hanya memberikan bantuan kepada petani yang ada di dataran tinggi.

“Memang sengaja kami tanam di daerah dataran tinggi. Sebab, hidupnya memang di dataran tinggi. Tahun kemarin itu percontohan di Kecamatan Sukapura,” ujarnya.

Hasyim mengatakan, dengan bagusnya panen perdana ini, tahun ini pihaknya akan mengembangkan pertanian bawang putih. Melalui pertanian ini, diharapkan menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai daerah peghasil bawang putih.

“Ini, salah satu upaya kami menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten penghasil bawang putih. Selain jenis super, kami juga mengembangkan tanaman bawang putih lokal. Sebab, sudah sejak dulu di Probolinggo ternyata memiliki bawang putih lokal, tepatnya di Sukapura,” ujarnya.

Menurutnya, sudah lama banyak petani menanam bawang putih lokal. Namun, hasilnya tidak diperjual-belikan. Dengan ada bantuan dari DKPP, hasil pertanian bawang putih lokal ini juga akan diperdagangkan.

“Yang lokal sebenarnya lebih baik. Nanti akan kami kembangkan seperti yang biasa,” ujarnya.

Hasyim mengatakan, tahun ini ada sekitar 55 hektare lahan yang siap ditanami bawang putih. Semua lahan itu berada di daerah Kecamatan Sukapura. Dari sekitar 55 hektare itu, setiap hektare akan ditanami sekitar 15 ton bibit. “Tinggal dikalikan saja berapa bibitnya, untuk per hektare sekitar 15 ton,” ujarnya.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia