Minggu, 22 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Features

Inilah PAC, Klub Penembak Airsoft Pertama di Kota Pasuruan

Senin, 16 Apr 2018 18:00 | editor : Fandi Armanto

airsoft gun, komunitas, perbakin, penembak, softgun, pac

LATIH SKILL: Anggota PAC berlatih di sekitar GOR Untung Surapati, Sabtu (14/4) lalu. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)

BAGI sebagian awam, senapan memang terkesan membahayakan. Namun, di Kota Pasuruan ada klub yang menaungi penembak airsoft. Namanya Pasuruan Airsoft Club. Klub ini juga membuka diri untuk masyarakat sipil.

------------------

Dentuman suara tembakan senapan bersahutan terdengar. Suara-suara itu kian lantang ketika memasuki area GOR Untung Suropati Kota Pasuruan sisi utara. Tampak belasan pria berbagai usia di sana. Setelan celana tactical dengan holster dipinggang, membuat penampilan mereka seperti pasukan penembak sesungguhnya.

Mereka merupakan anggota Pasuruan Airsoft Club. Sabtu (14/4) pagi itu, satu-satunya klub airsoft gun itu memang tengah memulai latihan. Setelah empat tahun terbentuk, baru kali ini PAC mulai unjuk gigi ke tengah-tengah masyarakat kota Pasuruan. Sebelumnya, mereka hanya berlatih di luar kota. bukan latihan dalam arena, melainkan war game.

“Hari ini kami memulai latihan perdana di Kota Pasuruan. Kalau sebelumnya kami lebih sering war game di Ranu Grati dan di Malang,” ungkap AKP Endy Purwanto, pembina PAC.

Latihan itu dimulai pukul 10.00. Sembari menunggu giliran, mereka berjajar di samping kiri arena tembak seluas 4x5 meter tersebut. Di dalam arena itu, ada Fattahillah yang tengah sibuk membidikkan sasaran menggunakan airsoft laras panjang jenis M4.

Ada beberapa objek tembakan di dalam arena. Masing-masing dibagi dalam dua jenis. Yakni, paper dan pelat besi. Aturan mainnya, si penembak harus membidik tepat di tengah-tengah objek paper dengan diameter sekitar 30 sentimeter. Semakin melenceng, penilaiannya pun kian rendah.

Sedangkan untuk objek pelat besi hanya berdiameter sekitar 10 sentimeter. Tentu saja, untuk objek yang satu ini penilaian lebih fleksibel. Yakni, asal mengenai objek pelat besi, si penembak sudah mendapatkan nilai.

Satu demi satu anggota klub penembak itu bergiliran melatih diri. Selama latihan, bukan hanya ketepatan sasaran yang diutamakan. Melainkan juga ketangkasan. Gerak-gerik penembak dari satu titik ke titik lain, harus diperhatikan.

Sebelum itu, safety juga harus diutamakan. Sebab, penembak airsoft tidak dipersiapkan untuk terlibat dalam perang. “Karena airsoft ini khusus untuk olahraga, bukan bela diri. Makanya dalam latihan bukan ketepatan membidik sasaran yang diutamakan, tapi penembak juga harus tangkas,” jelas Endy.

Ia menjelaskan, seluruh senapan yang digunakan anggota PAC ialah airsoft. Spesifikasinya menggunakan amunisi 6 milimeter. Dengan kecepatan 350 feed per second. Dengan jarak bidikan maksimal 7 meter. Sehingga, hal itu sangat jauh dari kesan membahayakan.

Endy juga menuturkan, melalui ajang latihan yang akan digelar rutin setiap akhir pekan itu, pihaknya berharap dapat memberikan gambaran kepada masyarakat. “Jadi, airsoft ini murni untuk olahraga. Sangat aman bagi masyarakat sipil sekalipun. Asalkan safety-nya diperhatikan,” tambah dia.

Sejak dibentuk pada 12 Juli 2014 silam, anggota PAC terus bertambah. Hingga kini, sudah ada 27 orang yang tercatat sebagai anggota. Beberapa di antaranya bahkan anggota TNI dan Polri. Namun, sebagian besar masyarakat sipil.

Fattahilah, salah satu anggota PAC mengaku cukup senang dengan adanya klub penembak airsoft di Kota Pasuruan itu. Ia sendiri, telah mempunyai perlengkapan airsoft sejak 2014 lalu. Sebelum bergabung dengan PAC, Fattah –sapaan akrabnya hanya berlatih di rumahnya.

“Saya baru tahu kalau ada klub yang mewadahi penembak airsoft. Baru pada 2017 saya gabung,” ucapnya.

Meski peningkatan jumlah anggota setiap tahunnya tak signifikan. Sebab, sambung Endy, klub penembak memang kurang popular di tengah masyarakat. “Dengan latihan yang digelar rutin, masyarakat perlahan akan tahu apa itu klub airsoft. Sejauh mana keamanannya. Apalagi latihannya terbuka, jadi bisa sharing langsung,” urai Endy.

Polisi yang kini menjabat Kasubbag Humas Polresta Pasuruan itu juga mengaku, klub binaannya kini tengah membidik penembak-penembak junior. Dalam PAC, kata Endy, pihaknya juga mempersiapkan bibit-bibit penembak muda. Itu, dilakukan sebagai bentuk pembinaan atlet di masa mendatang.

“Untuk penembak junior, kami akan persiapkan dari tingkat pelajar. Pembinaan sejak dini, kami harapkan akan maksimal untuk dikader menjadi atlet tembak,” pungkas Endy.

airsoft gun, komunitas, perbakin, penembak, softgun, pac

TERBUKA: Klub yang sudah berdiri 4 tahunan itu, terbuka bagi anggota yang ingin bergabung. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)

(br/tom/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia