Sabtu, 24 Feb 2018
radarbromo
icon featured
Politik

Puluhan Banser Ikut Kawal HATI, Begini Penjelasan Ketua Ansor

Selasa, 13 Feb 2018 21:58 | editor : Muhammad Fahmi

DUKUNG HATI: Anggota banser yang ikut mengawal pasangan HATI saat mengambil nomor urut di Gedung Islamic Center, Selasa (13/2).

DUKUNG HATI: Anggota banser yang ikut mengawal pasangan HATI saat mengambil nomor urut di Gedung Islamic Center, Selasa (13/2). (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

KRAKSAAN-Ada yang menarik perhatian saat pasangan calon (paslon) HATI (Hj Puput Tantriana Sari-Timbul Prihanjoko) mendatangi proses pengundian dan penetapan nomor urut, Selasa (13/2). Puluhan barisan ansor serbaguna (Banser) Kabupaten Probolinggo nampak ikut mengawal paslon HATI.  

Puluhan banser Kabupaten Probolinggo, tampak mendampingi dan mengawal pasangan HATI saat acara pengundian nomor urut pasangan calon (paslon). Mereka datang dengan menggunakan seragam khas Banser. 

Ketua Ansor Kabupaten Probolinggo, Mukhlis mengatakan, keberadaan Banser untuk mengawal paslon HATI itu memang sudah direncanakan. Banser menurutnya, bukan mengawal paslon HATI-nya. 

BANSER: Puluhan anggota Banser yang ikut mengantar pasangan HATI saat mengambil nomor urut di Pilbup Probolinggo.

BANSER: Puluhan anggota Banser yang ikut mengantar pasangan HATI saat mengambil nomor urut di Pilbup Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Namun, mereka mengawal calon terbaik dari NU. “Keterlibatan sahabat Banser dan Ansor kali ini, ada sejarahnya. NU Kabupaten Probolinggo itu meminta ibu Tantri mewakili aspirasi warga nahdliyin. Sehingga, Ansor dan Banser merasa bertanggung jawab untuk mengawal kebijakan NU,” kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, posisi NU sejatinya netral. Namun, seperti yang ia kutip dari ketua PWNU Jatim, KH Mutawakil Alallah, pengurus NU dan kader Ansor wajib memilih kader NU terbaik. Contohnya Gus Ipul. 

Dijelaskannya, NU dan Ansor tidak bisa kemana-mana. Tapi, kader Ansor tidak boleh berdiam diri, ketika melihat pemimpin-pemimpin dari NU yang mau berjuang, untuk pemanfaatan warga nadhliyin. 

Sebab, disitu menurutnya ada hak politik. “Banyak kader Ansor dan Banser yang tidak ikut hari ini (Selasa). Sebab, kami tidak memberikan ultimatum. Mereka yang ikut karena alasan mengawal kebijakan NU saja,” teranngya. 

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hadi Syaifullah masih belum bisa dikonfirmasi. Berulang kali dihubungi lewat telepon, tak kunjung diangkat. 

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia