Rabu, 17 Jan 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Piutang Sudah Dibayar, Stok Obat di RSUD dr Moh Saleh Aman

Jumat, 12 Jan 2018 13:51 | editor : Muhammad Fahmi

SUDAH NORMAL: Apotek poliklinik di RSUD dr Moh Saleh yang kini stok obatnya kembali normal.

SUDAH NORMAL: Apotek poliklinik di RSUD dr Moh Saleh yang kini stok obatnya kembali normal. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

MAYANGAN–Piutang RSUD dr. Moh Saleh akhirnya dibayar oleh BPJS Kesehatan Kota Probolinggo. Piutang yang dibayar sebesar Rp 7 miliar. Dengan uang itu, RSUD pun bisa restock obat-obatan yang sempat habis. 

Drg. Rubiyati, Plt direktur RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo pun memastikan, stok obat di RSUD aman sejak Kamis (11/1). Menurutnya, pihaknya sudah restock sejumlah obat yang sempat kosong.

Restock dilakukan setelah BPJS Kesehatan membayar utangnya ke RSUD sebesar Rp 7 miliar pada Jumat (5/1). Uang itu pun langsung diposkan untuk restock atau belanja obat yang kosong. 

Utang Rp 7 miliar yang dibayar itu, menurut Rubi –panggilannya-, adalah klaim pada BPJS selama bulan Oktober. Sedang untuk bulan November, baru akan cair pada 24 Januari. 

“Sebetulnya, hanya beberapa jenis yang kosong. Namun, dengan terbayarkanya klaim untuk Oktober sebesar Rp 7 miliar, stok obat sekarang aman,” terangnya.

Menurut Rubi, total kebutuhan obat-obatan selama 3 bulan terakhir, mencapai Rp 9,5 miliar. Dengan restock yang dilakukan saat ini, tersisa beberapa jenis obat saja yang kosong. Umumnya, obat untuk penyakit kronis. 

Rubi pun berharap, kekosongan stok obat tak terjadi lagi. Sebab, dampaknya akan dirasakan langsung oleh pasien. 

Sebelumnya, diberitakan, RSUD Mohamad Saleh punya utang Rp 9,5 miliar pada distributor obat-obatan. Karena utang itu, stok obat Oktober - Desember sering kosong. RSUD beralasan, tidak punya uang untuk membayar utang tersebut. Sebab, klaim Rp 21 miliar ke BPJS Kesehatan belum terbayar. 

Kabid Pelayanan Medik RSUD Imamatus menambahkan, untuk jenis obat yang stoknya kosong mayoritas obat penyakit kronis. Seperti Candesartan, ISDN, Asam Valproat syr, Gabapentin, Ceterizin. Untuk klaim obat ke BPJS, nominalnya sekitar 150 juta tiap bulan.

Kepala Operasional BPJS Kota Probolinggo Mira Esterin sempat menjelaskan, utang yang belum terbayarkan ke RSUD Rp 14,4 miliar saja. Rinciannya, klaim obat bulan Maret - Juni sebesar Rp 680 juta, dan klaim rawat inap dan sebagainya untuk Oktober dan November Rp 13,8 miliar.  

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia