Jumat, 27 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Kraksaan

Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan di Sidomukti-Kraksaan Sudah Rusak

Jumat, 12 Jan 2018 14:45 | editor : Fandi Armanto

jalan rusak

BERGELOMBANG: kerusakan aspal di Jalan Sidomukti-Kraksaan. Jalan tersebut belum lama diperbaiki dengan tambal sulam. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN- Perbaikan Jalur Pantura Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dengan sistem tambal sulam rupanya tak berumur panjang. Belum sebulan diperbaiki, sejauh ini sudah banyak jalan yang kembali bergelombang, bahkan berlubang.

Salah satunya jalan di sisi timur Jembatan Kembar, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Jalan ini baru diperbaiki sebelum Natal 2017 dan kini kembali rusak dan berlubang. Akibatnya, jalan ini cukup membahayakan. Beberapa waktu lalu, sebuah truk bermuatan besi “meringkuk” akibat terperosok lubang jalan.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda I Nyoman Harayasa mengatakan, kondisi jalan rusak dan berlubang menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sedangkan, di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Probolinggo, banyak jalan rusak dan berlubang. Termasuk, di sisi timur jembatan kembar Kecamatan Kraksaan. “Kami sudah minta pihak Balai Besar Jalan Nasional untuk memperbaiki jalan ini menjelang libur Natal dan tahun baru. Ternyata, setelah diperbaiki dan sekarang rusak lagi,” ujarnya.

infrastruktur

RESAHKAN PENGENDARA: Kendaraan yang melintas di Jalan Sidomukti yang menjadi jalur pantura. Nampak kerusakan jalan yang harus dilintasi pengendara. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah Situbondo-Probolinggo David Mulyanto mengaku, sudah dialokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan berlubang di jalur pantura dan menjadi satu paket tahun kemarin. Tapi, tahun ini nilai anggaran perbaikan atau pemeliharaan itu belum ditentukan. “Tetap kami akan tindak lanjuti dengan segera melakukan perbaikan jalan rusak itu,” ujarnya.

Soal perbaikan tambal sulam yang tidak bertahan lama, David mengatakan, semua itu bukan karena proyek tambal sulam yang tidak efektif. Ada sejumlah faktor yang mengakibatkan jalan kembali rusak. Salah satunya karena tanah dasar jalan yang bergerak. “Kemungkinan perbaikan belum kering sudah dilalui kendaraan besar. Bahkan, kendaraan yang melewati muatannya sangat berat,” ujarnya. 

(br/fun/mas/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia