Rabu, 17 Jan 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Penarikan Retribusi Wisata Tosari Molor, Ini Sebabnya

Jumat, 12 Jan 2018 17:05 | editor : Fandi Armanto

wisata

ASLI TENGGER: Kesenian yang dipertunjukkan di Tosari. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

TOSARI - Rencana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tempat wisata di Kecamatan Tosari, belum juga terealisasi. Rencana ini kini diundur dari awal bulan menjadi akhir bulan ini.

Penarikan retribusi bagi para wisatawan itu, masih akan dilakukan di satu titik di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan Agung Maryono mengakui, sebelumnya pihaknya berencana mulai menarik retribusi masuk di Kecamatan Tosari, sejak awal tahun ini. “Namun, sementara kami undur sampai akhir Januari ini,” ujarnya.

Agung mengatakan, kini pihaknya masih mempersiapkan petugas yang akan berjaga di pos masuk. Sejauh ini sudah ada 6 petugas yang direkrut dari pemuda sekitar. Nantinya, mereka akan bergiliran berjaga di dua pos yang akan disediakan.

Sejauh ini, pos tempat penarikan retribusi masih akan dipusatkan di Pos Pokok dekat Lapangan Wonokitri, Desa Wonokitri. “Karena dua pos yang kami rencanakan belum dibangun. Sehingga, sementara untuk penarikan retribusi kami pusatkan di Pos Desa Wonokitri,” ujar Agung.

Nantinya, wisatawan nusantara akan dikenakan retribusi Rp 5 ribu per orang. Sedangkan, wisatawan mancanegara akan ditarik Rp 10 ribu per orang ketika memasuki kawasan Tengger di Tosari. Di sana, Disbudpar akan memperkenalkan budaya Tengger pada wisatawan.

Sebelumnya, wisatawan yang lewat biasanya langsung menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). “Padahal, di Tosari ada potensi budaya yang bisa kami kenalkan. Sehingga, kami tarik retribusi. Namun, nanti setiap hari akan ada pagelaran seni. Seperti, Baleganjur di Pendapa Wonokitri yang bisa dinikmati wisatawan,” jelas Agung.

Ke depan, pos penarikan retribusi akan ada dua lokasi. Yakni, di Ngadiwono, Kecamatan Tosari, khusus wisatawan yang masuk dari arah Malang. Serta, di Desa Baledono, Kecamatan Tosari. Karena sejauh ini posnya belum dibangun, sementara semua penarikan retribusi akan dipusatkan di Desa Wonokitri.

(br/fun/eka/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia