Kamis, 26 Apr 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Nikmatnya Bersantai di Kursi Trotoar Jalan Pahlawan Kota Pasuruan

Jumat, 12 Jan 2018 16:05 | editor : Fandi Armanto

proyek trotoar

SPOT BARU: Warga menikmati kursi di trotoar Jalan Pahlawan saat sore hari. Saat ini trotoar di Jalan Pahlawan menjadi spot baru yang bisa dinikmati warga Kota Pasuruan. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PANGGUNGREJO - Warga Kota Pasuruan yang biasa melintas di Jalan Pahlawan, pasti akan melihat suasana baru. Ini, lantaran proyek trotoar dan drainase sudah jadi. Bahkan, proyek senilai Rp 2,7 miliar tersebut, kini sudah dinikmati warga. Setidaknya, saat pagi atau sore hari, banyak ditemui warga yang duduk di kursi taman trotoar.

Trotoar dan drainase itu merupakan proyek awal untuk pengembangan konsep Kota Pusaka. Trotoar dibuat lebar, persis di depan rumah dinas di kawasan P3GI atau tepat di depan Stadion Untung Suropati. Maksud dari pemkot, nantinya trotoar dan kursi di sana, bisa digunakan warga atau wisatawan untuk bersantai.

Sejumlah warga yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengungkapkan senang atas proyek baru tersebut. Bahkan, sebagian besar warga mendukung jika pembangunan dilanjut. 

“Saat malam hari, lampu penerangan sudah bagus. Ditambah dengan lampu hias di pohon, suasana Jalan Pahlawan kini seperti taman di kota-kota besar,” beber Priyongko, salah satu warga yang berhasil ditemui.

Lelaki bertubuh besar yang saat itu tengah mengasuh buah hatinya tersebut mengaku, perwajahan di Jalan Pahlawan kini lebih indah. Dia pun berharap agar Pemkot Pasuruan konsisten untuk melanjutkan konsep Kota Pusaka, seperti yang sering didengungkan di media.

“Taman-taman sudah bagus. Tinggal pengamanannya yang perlu ditambah. Sejumlah taman di kota, masih ada yang dimanfaatkan untuk tempat melakukan negatif. Sebaiknya perlu ada penjagaan intensif, terutama di jam malam,” imbuh Saraswati, warga yang ditemui di Taman Pekuncen.

Soal penjagaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pasuruan pernah berencana untuk membentuk tim penjaga taman kota tahun lalu. Bahkan, menurut Rudiyanto, kepala DLH, penjagaan akan dilakukan selama 24 jam dan dalam 3 kali shift. Jumlah petugas jaga akan disesuaikan dengan kondisi taman kota.

Di sisi lain, Wali Kota Pasuruan Setiyono juga berujar, pemkot tetap serius untuk membangun Kota Pusaka. Sebagai tahap awal, pemkot masih menjalin komunikasi dengan pemilik bangunan yang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya.

“Arah pembangunan infrastruktur lainnya, juga mengarah pada konsep Kota Pusaka. Pembangunan lainnya masih kami rancang,” beber Setiyono. 

(br/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia