Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kangen Anak-Istri, Pembuat Arak yang Sempat Buron Itu Akhirnya Dibekuk

Jumat, 12 Jan 2018 11:56 | editor : Fandi Armanto

miras

TAK BERKUTIK: M Gufron (tengah), pemilik home industri arak di Plumbon, Pandaan. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL – Berakhir sudah pelarian  Muhammad Gufron, 34, warga Jl. Lukman Hakim, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pria yang buron karena memiliki industri rumahan arak jowo (arjo) itu, berhasil diringkus setelah sempat menghilang selama dua pekan.

Penangkapan tersangka tidak berlangsung mudah. Polisi harus melakukan perburuan selama dua pekan. Bahkan, saat digerebek 29 Desember 2017 lalu, ia sempat lolos dari kawalan polisi, saat hendak melapor ke ketua RW setempat.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono menyampaikan, tersangka ditangkap Rabu (10/1) malam.

“Mungkin pelaku rindu dengan istri dan anaknya. Sehingga, memilih pulang. Kami yang sejak lama mengincarnya, mendapatkan informasi atas kepulangannya itu. Sehingga, kami pun langsung menggerebeknya,” ungkap Nanang saat rilis di Mapolres Pasuruan, Kamis  (11/1). 

Penggerebekan itu berlangsung sekitar 23.30. Saat itu, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Meski mulanya tak menemukan keberadaan pelaku, namun petugas yakin jika Gofur tak mungkin kabur. Pasalnya, polisi telah mengepung rumah korban. “Kami berhasil menemukan tersangka di kamar mandi. 

arak

TKP; Kolam yang dipakai Gufron untuk membuat miras jenis arak di rumahnya yang ada di Plumbon, Pandaan saat digerebek polisi. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

Penggerebekan miras jenis arak itu dilakukan sekitar pukul 00.30. Penggerebekan dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono. Penggerebekan itu mendapat perhatian warga. Saat itu, polisi mendapati Gufron sendirian di dalam rumah.

Pelaku awalnya kooperatif. Nah, pelaku kemudian meminta izin untuk melapor ke RT setempat. Gufron kemudian diapit kedua anggota polisi menuju rumah ketua RT. Saat perjalanan menuju rumah ketua RT itulah, pelaku berusaha melepaskan diri dari petugas. Upayanya berhasil. Dalam sekejap, ia langsung berlari melewati gang menuju jalan raya. Pengejaran petugas gagal. Gufron berhasil kabur.

Saat olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 4 galon berisi arak jowo, 23 jeriken kosong, 3 tabung gas elpiji, dan satu drum besar. Barang bukti itu diamankan di dalam dua ruangan, yang didesain khusus untuk memproduksi arak, lengkap dengan tungku penyulingannya.

Mengetahui buruannya kabur, petugas melakukan pencarian. Hingga kabar adanya tersangka terendus. Petugas pun akhirnya berhasil meringkusnya. Saat ditangkap itulah, ternyata pelaku juga berprofesi sebagai oknum wartawan mingguan.

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia