Rabu, 17 Jan 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Goda Tunangan Tetangga, Pemuda Pesisir Ini Dihajar

Kamis, 11 Jan 2018 07:15 | editor : Muhammad Fahmi

penganiayaan, dianiaya, bercanda, goda tunangan orang

DIRAWAT: Moh. Khosim menjalani perawatan di Puskesmas Gending setelah dianiaya tetangganya, Rabu (10/1). (M. Hilal Lahan Amrullah/Jawa Pos Radar Bromo)

GENDING - Ini peringatan bagi kita untuk tak kebablasan saat bercanda. Sebab, guyonan yang kelewatan bisa memicu pertikaian. Itulah yang dialami Moh. Khosim, 24, warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kebupaten Probolinggo.

Rabu (10/1), sekitar pukul 01.00 WIB, dia dianiaya tetangganya yang berinisial Ef. Penyebabnya sepele. Sang tetangganya menyimpan dendam, karena gojlokan Khosim. Guyonan itu sendiri sudah berlangsung sekitar dua bulan lalu.

Akibatnya, Khosim mengalami dua luka di dahi dan empat luka di kepala bagian kiri. Kala itu juga, dia dilarikan ke Puskesmas Gending, untuk menjalani perawatan medis. Sedangkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Khosim mengatakan, penganiayan itu terjadi di Perumahan Desa Randupitu, Kecamatan Gending. Katanya, dulu di selatan rumahnya ada mobil terguling.

Saat itu, ada Ef yang membonceng pacarnya hendak lewat. “Saya bilang jangan ke utara biar tidak dicegat anak-anak,” ujar Khosim saat ditemui di Puskesmas Gending.

Nah, 2 bulan berselang atau Rabu dini hari (10/1), saat ia pulang dari acara salawatan di Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Khosim bersama 8 temannya bertemu Ef yang juga bersama kawan-kawannya. Tak disangka, Ef mengajak tawuran.

“Saya minta maaf, tapi dia (Ef) maksa ngajak tawuran. Dia mengatakan waktu itu saya menggoda tunangannya. Saya hanya bercanda waktu itu,” ujarnya.

Khosim mengaku, saat itu dirinya meminta teman-temannya tidak ikut campur. Sehingga, hanya dirinya dan Ef yang berkelahi. Tapi, ternyata Ef dibantu rekannya. “Yang memegangi saya dua orang RF dan Lt. Mereka warga Desa Pesisir juga,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Ef. Tapi, ketika didatangi ke rumahnya, yang bersangkutan dan keluarganya tidak ada. Salah seorang tetangganya mengatakan, Ef masih sekolah. Sedangkan, orang tua RF, membantah anaknya terlibat tawuran.

“Saya cari informasi kepada temannya dia (RF) ikut apa tidak, ternyata tidak. Kalau ada yang bilang ikut campur, info itu salah. Perkelahian itu duel. Kalau anak-anak banyak, tapi tidak ikut-ikutan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Gending AKP Ohim mengaku, sudah mendapatkan laporan terkait adanya dugaan penganiayaan itu. “Korban sudah laporan, tapi belum diperiksa karena korban masih dirawat di puskesmas,” ujarnya.

(br/hil/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia