Rabu, 17 Jan 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Peredaran Rokok Ilegal Kian Tinggi, Ini Data Kurun Waktu Tiga Tahun

Kamis, 11 Jan 2018 10:05 | editor : Fandi Armanto

rokok ilegal, bea cukai, cukai rokok

RUGIKAN NEGARA: Rokok ilegal yang pernah disita Kantor Bea Cukai Pasuruan di tahun 2017 silam. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL - Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan makin tinggi. Hal ini terlihat dari data penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan.

Selama tahun 2017 lalu, Kantor Bea Cukai sudah menyita sebanyak 6.197.310 batang batang rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini naik lipat enam dibandingkan tahun sebelumnya.

Edi Budi Santoso, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan mengatakan bahwa dari data yang dimiliki kantor bea cukai, tren peredaran rokok ilegal memang makin meningkat di Kabupaten Pasuruan.

“Ini lantaran pita cukai tiap tahun naik, pajak rokok juga naik. Akibatnya ada yang memilih membuat rokok ilegal dan dijual di pasaran,” ungkapnya.

Menurut Edi Budi Santoso, rokok ilegal adalah rokok yang melanggar ketentuan untuk dijual bebas ke masyarakat. Seperti rokok tanpa pita cukai, atau rokok dengan pita cukai palsu ataupun rokok dengan pita cukai bekas. Karena makin naiknya tarif pita cukai tiap tahunnya, ada produsen yang berbuat curang dengan enggan membayar pita cukai, tapi tetap memproduksi rokok.

Untuk kondisi rokok yang ilegal, dikatakan Edi, hampir mirip dengan rokok legal. Mulai dari segi bungkus dan kerapian. Namun setelah diselidiki, ada yang pita cukainya tidak ada sehingga termasuk rokok ilegal.

“Jadi dari kemasan sama persisnya dengan rokok legal. Ada bungkusnya ada mereknya. Tapi setelah diselidiki ternyata rokok ilegal,” ungkapnya.

Harga jual rokok ilegal inipun jauh lebih murah. Untuk satu bungkus yang berisi 12-16 batang, harganya hanya Rp 3-5 ribu. Jauh berbeda dengan harga rokok legal yang diatas Rp 15 ribu. Karena murah, masyarakat juga banyak yang tertarik rokok ilegal karena lebih terjangkau.

Selama 2017 lalu, Kantor Bea Cukai memang lebih menggiatkan pengawasan dan penindakan rokok ilegal. Sampai akhir tahun 2017, tercatat ada 35 Surat Bukti Penindakan (SBP) atau kasus yang ditindak. Dari penindakan tersebut, Kantor Bea Cukai sudah menyita 6.197.310 batang rokok dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp 1,488 Miliar. Jumlah ini dikatakan naik hampir lipat enam dari tahun 2016 lalu yang menyita 1.046.580 batang dengan kerugian negara mencapai Rp 283,929 juta.

Untuk penindakan sendiri dikatakan disita baik di warung atau masyarakat, sampai ke distributor. Dikatakan bahwa sampai saat ini belum ada penindakan untuk pembuat rokok ilegal. “Hanya distributor saja, pembuatan ada di luar daerah namun ada yang diedarkan di Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Setelah pita cukai makin naik, Bea Cukai memang makin terus melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal. Ini dilakukan agar rokok ilegal tidak makin merajalela dan merugikan negara.


Penindakan Rokok Ilegal oleh Bea Cukai 3 Tahun Terakhir
Tahun        Jml Penindakan           Jumlah Rokok           Total Kerugian Negara
2015            24                            816.732 batang        Rp 165,898 juta
2016            12                         1.046.580 batang        Rp 283,929 juta
2017            35                         6.197.310 batang        Rp 1,488 Miliar

(br/eka/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia