Sabtu, 20 Jan 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Bak Pewaris Tahta Kerajaan, Suami Nuntut Istri Harus Punya Anak Lelaki

Jumat, 05 Jan 2018 04:05 | editor : Fandi Armanto

Ono-ono Ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

ENTAH apa yang ada dipikiran Tole (nama samaran), 40. Warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini ngebet nikah lagi karena tak punya anak laki-laki dari Minthul (juga nama samaran), 33, istrinya. Padahal, bersama Minthul, ia sudah dikaruniai empat orang anak perempuan.

Minthul mengaku sudah mewanti-wanti agar tidak menambah anak lagi. Apalagi dengan memiliki empat anak saat ini, juga berpengaruh pada stabilitas perekonomian keluarga.

“Tole gak tahu saja (urusan ekonomi rumah tangga, Red). Padahal, selama ini beban keuangan bisa dicukup-cukupkan karena pintar-pintarnya saya memutar otak.  Karena itu, gaji suami cukup sampai sebulan. Eh, karena menganggap aman, Tole malah berkeinginan menikah lagi,” keluh Minthul.

Pernikahan pasangan suami istri (pasutri) ini sudah berjalan hampir 10 tahun lamanya. Dari situ, mereka sudah memiliki empat anak yang semuanya berjenis kelamin perempuan. 

Apalagi kondisinya saat itu, hanya Tole yang sebagai tulang punggung keluarga dan bekerja sebagai buruh pabrik. Sebelumnya, Minthul pun bekerja di warung, namun karena mertua atau Ibu Minthul kesulitan mengasuh anak mereka. Mau tidak mau Minthul pun berhenti dan full menjadi ibu rumah tangga.

Tentu saja dengan kondisi hanya satu pemasukan, membuat ekonomi makin sulit. Apalagi kebutuhan anak juga tidak murah. “Belum uang sekolah, uang saku harian kalau anak ngaji. Kebutuhan si kecil juga gak murah. Harus beli susu, popok, dan lain-lain,” terangnya.

Sehingga, setelah lahiran anak keempat, Minthul mengaku benar-benar ketat menggunakan KB agar tidak kebobolan lagi. Tole sendiri sering nggerundel lantaran tidak puas dengan jenis kelamin anaknya. “Saya bilang disyukuri saja. Laki-laki dan perempuan sama saja, rezeki dari Allah SWT. Nanti juga punya menantu laki-laki,” ujar Minthul.

Namun, suaminya merasa tidak puas. Bahkan, menurut Tole, tidak afdol jika tidak mempunyai anak laki-laki dari spermanya sendiri. Karena Minthul sudah mentok enggan menambah anak, eh Tole ternyata malah punya ide liar dengan ingin menambah  istri lagi.

Keinginan mendapatkan istri lagi itu, mulanya tidak diketahui Minthul. Tapi mendadak Tole mengenalkan perempuan lain yang katanya sudah siap jadi madu dan melahirkan anak dari Tole. “Saya kaget dong. Gak ada angin gak ada hujan, kok malah minta kawin lagi. Alasannya ingin punya anak lagi dari perempuan itu,” jelasnya.

Minthul jelas ngamuk campur kecewa. Merasa sang suaminya seenaknya dan tidak perduli pada perasaannya, Minthul tak tahan. Akhirnya, Minthul berani menggugat cerai sang suami yang telah memberikannya empat orang anak itu. Hingga kemudian, palu hakim PA Bangil memutuskan pisahnya rumah tangga mereka. 

(br/fun/eka/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia