Kamis, 18 Jan 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Kesal Selalu Dibandingkan dengan Ibu Mertua, Terutama Soal Masakan

Rabu, 03 Jan 2018 11:35 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae, menantu, mertua

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

MESKI sudah menikah, Tole (nama samaran), 29, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, ini tak bisa lepas dari ibunya. Sampai urusan makanan, ia lebih doyan masakan ibunya. Padahal, Minthul (juga nama samaran), 22, istrinya, telah memasak di rumah.

Siapa sangka, hal itu menjadi penyebab retaknya rumah tangga pasangan yang baru menikah 2 tahun ini. Pengadilan Agama (PA) Bangil akhirnya menjadi tempat keduanya berpisah. Minthul berani mengajukan cerai karena merasa kecewa kerja kerasnya sebagai seorang istri tidak dihargai.

“Ya masa kerja saya gak pernah dihargai. Tole malah sering banding-bandingkan saya dengan ibunya,” ungkapnya. Padahal, sejak awal Tole mengaku akan menerima dirinya apa adanya. Karena itu, meski hanya pacaran beberapa bulan saja, Minthul bersedia saat dilamar Tole.

Saat pacaran, Minthul mengaku jika sang suami selalu bersikap baik. Ia tak menyangka, setelah menikah, sifat aslinya muncul. Salah satunya, sang suami masih seperti anak kecil. Segala sesuatu selalu mengandalkan sang ibu. Padahal, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga, Tole seharusnya punya sikap.

Dari segi materi, bisa dibilang keluarga Tole termasuk berkecukupan. Bahkan, sebelum menikah, Tole sudah dibuatkan rumah persis di samping rumah orang tuanya. Sehingga, setelah menikah, Minthul diboyong tinggal di rumah Tole dan hidup mandiri.

Minthul sendiri yang sebelumnya bekerja di pabrik, diminta berhenti oleh sang suami. Tole yang bekerja sebagai karyawan perusahaan, menjadi tulang punggung keluarga. Masalah mulai muncul, ketika Minthul dianggap bukan istri idaman bagi Tole. Alasannya, sang istri tak selihai ibunya dalam mengurus rumah.

“Katanya saya kurang rapi, setrikaan juga katanya gak licin. Termasuk katanya gak sabaran dan gak telaten sama dia. Saya minta diberi waktu agar saya belajar,” jelasnya. Bukannya menerima saran sang istri, Tole malah curhat tentang kondisi rumah tangganya pada sang ibu.

Sejak saat itu, ibu Tole jadi sering berkunjung ke rumah pasangan ini. Bahkan, sang ibu seolah-olah merecoki semua pekerjaan Minthul. Meskipun tujuannya baik, Tapi Minthul merasa risih. Karena setiap gerak-gerik dan pekerjaannya diawasi. Ia seperti bukan seorang istri, melainkan asisten rumah tangga.

Setiap Minthul mengeluh, Tole selalu membela ibunya. Tole juga meminta agar Minthul meniru ibunya dalam mengurus rumah tangga. Dari semua hal yang menjengkelkan itu, Minthul paling jengkel soal masakan. “Dia malas makan di rumah. Sering tiap pulang kerja makan di rumah mertua. Baru ketika mau tidur, dia pulang ke rumah,” ujarnya.

Hal ini jelas membuat Minthul kesal. Tak tahan lagi karena Tole selalu membandingkan dirinya dan ibu mertua, Minthul pun memilih pulang ke rumah orang tuanya. “Mending pisah, mumpung saya juga masih muda dan belum ada anak. Daripada diteruskan tapi bikin sakit hati terus,” katanya kecewa.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia