Sabtu, 16 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Protes Proyek Umbulan, Warga Blokade Jalan di Desa Brambang

Kamis, 07 Dec 2017 07:46 | editor : Fandi Armanto

blokade, umbulan, protes umbulan

DITUTUP: Aksi blokade yang dilakukan warga Desa Brambang, Rabu (6/12) pagi. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

GONDANGWETAN - Aksi protes adanya proyek penggalian pipa untuk SPAM Umbulan bukan hanya pengalihan jalan di jalur Gondangwetan-Winongan. Janji kompensasi yang hendak dibayarkan pelaksana, rupanya juga membuat sebagian warga Desa Brambang geram.

Alhasil, Rabu (6/12) puluhan warga yang terdampak pengerjaan Megaproyek Umbulan di Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menutup proyek Umbulan. Mereka meminta segera diberikan pembayaran kompensasi sebelum proyek kembali diteruskan.

Proyek pengerjaan pipa di Desa Brambang sendiri sudah berlangsung sekitar 2 bulan terakhir ini. Namun sampai kemarin warga geram lantaran masih banyak yang belum mendapatkan pencairan kompensasi.

Salah satunya adalah Yeni Susanti, 25. Warga Desa Brambang ini mengatakan sudah dijanjikan bahwa pemilik usaha dan warga di Desa Brambang yang nantinya jalannya terkena dampak pemasangan pipa umbulan, akan diberikan kompensasi.

“Memang pemasangan pipa belum sampai ke pemukiman warga, tapi pemilik usaha di sekitar sudah terdampak. Termasuk saya penghasilan toko sudah turun sampai 50 persen,” ungkapnya.

Menurut Yeni, warga sudah memblok proyek Umbulan pada malam hari sebelumnya dengan memasang bambu dan kayu. Termasuk spanduk agar pengerjaan di stop dulu sampai ada pendataan dan kepastian kompensasi. Sedangkan pagi harinya, warga juga berkumpul di depan proyek sampai semua petugas tak bisa masuk ke proyek.

Aksi protes sendiri sudah dilakukan sejak pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Wargapun bubar saat ada perwakilan dari manajemen yang datang dan menerima keluhan warga.

Slamet, Kepala Desa Brambang mengatakan bahwa sebelum pengerjaan proyek, manajemen sudah menjanjikan akan ada kompensasi. “Yang dijanjikan kepada pemilik usaha yang usahanya pasti akan terhenti selama pengerjaan proyek dan warga yang jalan depan rumahnya juga terdampak,” jelasnya.

Saat inipun warga juga sudah disulitkan lantaran jalan menuju Desa Brambang sudah ditutup proyek. Sehingga harus lewat Desa Kersikan dan memutar sejauh kurang lebih 3 kilometer. Kendati proyek belum sampai ke pemukiman, warga mengharapkan ada kepastian pencairan kompensasi. Aksi kemarin dikatakan hanya aksi protes dari sekitar 50-an warga sekitar.

“Untuk saat ini yang sudah diberikan kompensasi adalah pembelian lahan sawah dengan lebar 10 meter kali 2 ribu meter. Sedangkan warga lain yang usaha dan rumahnya juga dijanjikan akan diberikan kompensasi belum menerima,” ujarnya.

Slamet merinci ada kurang lebih 37 pemilik usaha, dan kurang lebih ada 105 rumah warga yang jalannya terdampak pemasangan pipa umbulan. “Jadi harapan warga segera ada kepastian pencairan dan segera mendapatkan kompensasi,” ungkapnya.

Harun Fadillah, Humas PT Citra Panji Manunggal (CPM) saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini proyek memang belum sampai ke pemukiman warga. Kurang lebih masih sekitar 30 meter. Namun, lanjut Harun, warga kurang sabar sehingga meminta proses kompensasi lebih cepat dicairkan.

“Ya hanya keinginan warga lebih cepat dicairkan saja terkait kompensasi. Dan dipastikan secepatnya akan kami berikan kompensasi,” jelasnya.

Terkait kompensasi sendiri, dari pihak proyek masih akan mendata lebih rinci termasuk besaran kompensasi karena akan berbeda tiap KK. Namun Harun memastikan akan segera mencairkan agar proyek bisa segera dilanjutkan.

blokade, umbulan, protes umbulan

RAMAI: Warga meminta kejelasan kompensasi yang dijanjikan pelaksana proyek Umbulan. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

(br/fun/eka/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia