Rabu, 13 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Tragis, Bapak Meninggal di Ladang, Anak Shock lalu Ikut Meninggal

Kamis, 07 Dec 2017 06:47 | editor : Muhammad Fahmi

meninggal

NAHAS: Warga dan petugas saat hendak mengevakuasi Jenazah Wagino di ladang. (Istimewa)

SUMBER - Kesedihan berlipat dirasakan keluarga besar Wagino, 64, warga Dusun Kalicilik, Desa/Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Sebab, dua anggota keluarga, yakni Wagino dan anaknya, Misnoyo, 41, meninggal pada hari yang sama.

Wagino ditemukan meninggal di sawah. Kabar itu membuat Misnoyo shock. Hingga sang anak menyusul pergi selama-lamanya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu bermula ketika Wagino pamit hendak menggarap ladang milik Suliarsih, tetangganya, Senin (4/12) lalu. Selama ini, Wagino sehari-hari bekerja sebagai petani.

Misnoyo yang selama ini tinggal serumah dengan ayahnya, mengizinkannya untuk ke ladang. Saat hari mulai petang, Wagino tak kunjung pulang. Namun, ia tak langsung mencari sang ayah hari itu juga. Maklum, biasanya petani di Sumber satu waktu menginap di ladang atau sawah yang mereka garap, karena jaraknya yang jauh.

Namun, hingga Rabu (6/12), sang ayah tak kunjung pulang. Merasa cemas, Misnoyo kemudian mengajak beberapa kerabat dan tetangganya untuk mencari keberadaan ayahnya.

Mereka langsung menuju Dusun Plalangan, tempat Wagino menggarap ladang. Mereka langsung menuju gubuk di ladang tersebut.

Setibanya di gubuk, yang tersisa hanya nasi bekal yang dibawa Wagino. Sementara yang bersangkutan tak ada di tempat. Mendapati Wagino tidak ada di lokasi, sebagian dari mereka kemudian melakukan pencarian di lokasi lain.

“Setelah beberapa meter melakukan pencarian, mereka menemukan korban yang sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan dengan kondisi tidak memakai baju,” ujar Sekertaris Desa setempat, Purwadi.

Selain tidak memakai baju, celana korban juga sedikit melorot. Warga menduga, korban hendak buang air besar (BAB).

Saat hendak BAB, riwayat penyakit sesak yang diderita Wagino kambuh. “Korban punya penyakit sesek (sesak nafas, Red). Mungkin saat mau berak itu terus geblak (jatuh ke belakang, Red). Sampai kemudian korban meninggal,” tambahnya.

Saat itu, Misnoyo yang masih berada di gubuk, belum mengetahui kematian ayahnya. Nah, salah seorang warga kemudian kembali ke gubuk dan memberitahukan kematian Wagino.

Mendengar kabar itu, sontak Misnoyo langsung shock dan pingsan. Misnoyo yang pingsan, kemudian digotong ke rumahnya.

“Mungkin saking kagetnya hingga dia (Misnoyo, Red) pingsan. Bahkan dia belum sempat sama sekali melihat jasad ayahnya sama sekali,” jelas sekdes.

Warga lainnya yang mendengar kejadian itu, akhirnya berbondong-bondong ke lokasi ditemukannya jasad Wagino.

Tak berselang lama, anggota Polsek Sumber dan Koramil Sumber juga datang ke lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa ke rumah duka.

Semula, pemakaman Wagino menunggu Misnoyo siuman. Namun, karena tak kunjung sadar, Wagino akhirnya dimakamkan. Ternyata, sekitar pukkul 17.00, Misnoyo diketahui juga meninggal. “Ayahnya meninggal dan karena kaget anaknya juga meninggal,” ungkap sekdes.

Selama ini Wagino memang tinggal dengan Misnoyo. Dalam rumah tersebut juga ada dua anak hasil pernikahan Misnoyo dengan istrinya. Misnoyo sendiri berstatus duda usai bercerai dengan istrinya.

Dengan meninggalnya Wagino dan Misnoyo, kedua anak Misyono yang baru berusia 11 dan 8 tahun bakal diasuh sepupu Misyono.

Terpisah, Kapolsek Sumber Iptu Darsono memastikan jika tidak ditemukan bekas penganiyayaan dalam tubuh korban Wagino.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Kata keluarga korban memang mempunyai penyakit asma. Dia (Wagino, Red) kan kerja macul borongan. Jadi, mungkin meninggalnya karena kecapekan, terus sesaknya kambuh,” jelasnya.

meninggal

DIDUGA SAKIT: Jenazah Wagino saat ditemukan pertama kali di ladang. (Istimewa)

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia