Sabtu, 16 Dec 2017
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

Ini Tanggapan Tetangga dan Dinsos soal Bocah yang Diumpan ke Kera

Kamis, 07 Dec 2017 06:37 | editor : Fandi Armanto

kekerasan anak, perlindungan anak, kpa, diumpan ke kera

IKUT HADIR: AZ (kanan) dan kerabatnya ketika berada di mapolresta, Rabu (6/12) pagi. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Banyak warganet yang gerap dengan tindakan kakek yang menyiksa cucunya sendiri dengan cara diumpan ke kera. Pasalnya, itu dianggap sama dengan menyiksa anak kecil. Apalagi, AZ yang menjadi korban, sempat menangis histeris. Tak sedikit warganet yang mengecam tindakan tersebut, meski itu dilakukan oleh kakeknya sendiri.

Hal serupa juga diungkapkan beberapa tetangga korban. Mereka menyesali aksi Harun, yang dianggap tega dengan cucunya sendiri.

Seperti yang diungkapkan Ruhila, 50. Dia menyayangkan tindakan Harun. “Ya kasihan, meskipun anaknya nakal, kan gak seharusnya diperlakukan seperti itu,” jelasnya.

Harun sendiri merupakan pendatang di kampung tersebut. Namun, mereka sudah lama tinggal, kira-kira 10 tahun. Setelah ditinggal meninggal ibu Tasya, Harun menikah lagi dengan Obsah. Dari pernikahan itu, lahir HK yang kini duduk di bangku SD. Rumah keluarga korban sendiri berada jauh dari pemukiman warga. Karena itulah, keluarga ini dikatakan jarang berkumpul dengan tetangga lainnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan sempat mengunjungi korban, Rabu (6/12). Sayangnya, Dinsos masih enggan berkomentar banyak terkait nasib AZ saat ini yang masih tinggal bersama kakeknya.

Tri Hadi Sulanjar, Kasi Rehabilitasi Anak dan Lanjut Usia Dinsos setempat mengatakan, kunjungan sifatnya hanya untuk melihat kondisi anak. Termasuk meminta ada jaminan bahwa korban aman bersama keluarga.

“Selama ada keluarga besar yaitu lapis tiga, misal paman, kakek, nenek, orang tua, maka ada jaminan pengamanan anak. Sedangkan proses hukumnya bukan ranah kami,” jelasnya.

Diberitakan koran ini sebelumnya, jagat sosial media dihebohkan dengan video kekerasan terhadap anak. Video yang diunggah di facebook dan kemudian viral tersebut, memperlihatkan seseorang yang mengumpankan balita ke seekor kera. Meski si balita yang dalam keadaan telanjang itu menangis karena dicakar-cakar oleh si kera, pria dalam video tersebut tak menghentikan perbuatannya.

Ternyata, belakangan diketahui jika pria dalam sosok tersebut, diduga kuat adalah seorang kakek bernama Harun, warga Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan. Sementara korbannya adalah cucunya sendiri.

Dalam video yang berduras 2 menit 54 detik tersebut, korban tidak bisa berkutik dan hanya bisa menangis saat kera mencakar-cakar bagian tubuh bawahnya mulai dari kaki dan paha. Dari posisi video, aksi tak manusiasi itu direkam di samping kiri rumah Harun.

(br/eka/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia