Selasa, 21 Nov 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Motor di Masjid untuk Belikan Pacar Cincin, Warga Puspo Dimassa

Rabu, 15 Nov 2017 12:23 | editor : Fandi Armanto

dihakimi

MASIH BELIA: Sdm yang kini sudah mendekam di sel mapolsek Beji. Pemuda asal Puspo ini sempat dimassa lantaran ketahuan mencuri motor, Selasa (14/11) malam lalu di Beji. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

BEJI – Kalau saja tak diamankan warga, Sdm, 17, muingkin sudah meregang nyawa. Pemuda asal Dusun Delik, Desa Janjangwulung, Kecamatan Puspo tersebut, dihakimi massa di Dusun/Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Selasa (14/11) malam lalu.

Dia dimassa lantaran ketahuan mencuri motor di masjid Jamik Al Syidiq di Desa Gununggangsir. Namun sebelum membawa kabur jauh motor, aksinya terlihat. Hingga dia pun menjadi “sansak” hidup serta menjadi sasaran amuk massa.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00. Pelaku Sdm, rupanya memang berniat beraksi di masjid. Sebab, dia sudah “sangu” kunci letter T.

Malam itu suasana masjid sedang sepi. Namun ada beberapa jamaah yang tengah di parkir disana. Lantaran situasi yang sepi itulah, pelaku lalu masuk dengan mengendap-endap. Dia mengincar motor Honda Scoopy warna putih bernopol N 4670 TBF, yang tengah terparkir disana.

Dengan kunci letter T miliknya, pelaku sejatinya berhasil merusak kontak. Begitu kunci rusak, dia menuntut motor tersebut pelan-pelan. 

Dan ketika dia hendak membawa kbur jauh, ternyata ada warga yang mengetahuinya. Secepatnya, warga berteriak maling. Tanpa dikomando, warga lalu memburunya. Sdm akhirnya tertangkap. Hingga bogem mentah mendarat di wajah dan tubuhnya.

“Susana malam itu sungguh ramai. Pelaku sejatinya sudah tak berdaya. Tapi warga yang kesal karena seringnya terjai kasus curanmor, ingin pelaku mati. Bahkan malam itu ada warga yang berteriak, bakar...bakar...,” begitu kata Siswandi, warga sekitar.

Di tengah emosi yang meluap itu, ada warga yang kasihan. Secepatnya, warga tersebut mengamankan Sdm. Polisi pun bertindak cepat dan ikut juga mengamankan pelaku, saat di TKP. 

Sdm akhirnya berhasil diamankan. Dia lalu hendak di evakuasi ke mapolsek.

“Tapi karena lukanya parah, pelaku kami bawa dulu ke RS Bhayangkara di Porong. Lukanya terlalu parah,” beber Kompol Wagiran.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Sdm yang ditemui Rabu (15/11) siang di mapolsek, mengaku khilaf. Dia nekat mencuri motor, dengan alasan untuk membahagiakan pacarnya.

“Recananya, uang hasil mencuri motor, mau saya belikan cincin untuk pacar saya,” beber Sdm.

Di hadapan polisi, Sdm sempat berkelit-kelit ketika diperiksa. Bahkan dia beberapa kali merevisi namanya. Mulai mengaku sebagai Achmad, Romadhoni, hingga yang terakhir Sdm. 

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia