Sabtu, 25 Nov 2017
radarbromo
icon featured
Bangil

Dewan: Pendapatan dari Laboratorium dan Pemakaman Bisa Digenjot

Rabu, 15 Nov 2017 14:30 | editor : Fandi Armanto

uang, money, anggaran, pesse, duwit, doku, sutar, ratus

ILUSTRASI (Dok. JawaPos.com)

BANGIL - Potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa dikumpulkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan cukup besar. Karena itu, dewan mendorong agar target PAD tahun 2018 bisa ditingkatkan.

Perolehan PAD tersebut bisa dipungut dari berbagai sektor. Tak hanya persampahan, tetapi juga sektor lain. Seperti laboratorium dan yang terbaru pelayanan pemakaman yang ditangani dinas terkait.

Hal tersebut diungkapkan Eko Suyono, sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia mendesak agar DLH bisa menggenjot perolehan PAD-nya. Paling tidak 60 persen sampai 70 persen dari tahun 2017.

“Kami yakin potensinya besar. Makanya, kami mendorong agar DLH mampu meningkatkan pendapatan dari beberapa sektor yang ada,” jelas Eko.

Ia mengkalkulasikan, target perolehan pendapatan yang bisa didapatkan DLH mencapai Rp 2,8 miliar. Jumlah tersebut bisa diperoleh dari sektor retribusi persampahan Rp 800 juta dan Rp 1,5 miliar dari uji laboratorium. Selain itu, jasa pelayanan pemakaman yang ditargetkan bisa mencapai Rp 500 juta.

“Karena itu, kami minta agar DLH bisa menginventarisir makam-makam yang bisa mendatangkan PAD,” sambungnya.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Muchaimin menyampaikan, akan berusaha untuk menggenjot target tersebut. Khususnya untuk jasa pelayanan makam yang terbilang baru untuk ditanganinya. Karena sebelumnya, jasa pelayanan makam ditangani instansi lain.

Sehingga  ia pun belum mengetahui lebih jauh terkait potensinya yang bisa mendatnagkan PAD. “Perdanya memang sudah ada. Tapi perbupnya kan belum. Kami akan inventarisir dan menghitung potensinya,” urai dia.

Dikatakan Muchaimin, target PAD tahun ini, mencapai Rp 1,75 miliar. Nilai tersebut diperoleh dari retribusi persampahan yang mencapai Rp 800 juta. Sementara sisanya, diperoleh dari jasa uji laboratorium yang mencapai 950 juta.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia