Sabtu, 25 Nov 2017
radarbromo
icon featured
Bangil

Dukung Perumahan Marinir, Warga Datangi Pendapa

Rabu, 15 Nov 2017 13:45 | editor : Fandi Armanto

demo, marinir, demo aneh

BENTANGKAN SPANDUK: Aksi demo yang digelar Selasa (14/11) di depan pendapa Kabupaten Pasuruan. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Biasanya, aksi unjuk rasa digelar untuk menentang sebuah kebijakan atau pembangunan. Tetapi, puluhan masyarakat ini justru sebaliknya. Mereka berunjukrasa lantaran mendukung rencana pembangunan perumahan yang akan dibangun di desa.

Aksi unjuk rasa ini digelar Selasa (14/11) di pendapa Kabupaten Pasuruan. Puluhan warga yang mengaku berasal dari Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Dalam aksinya, puluhan warga tersebut bukan menolak atau menuntut sesuatu. Mereka justru mendukung adanya rencana pembangunan perumahan yang akan dibangun di desa sekitar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aksi itu digelar di depan pendapa. Massa yang berjumlah sekitar 30 orang itu datang dari Alun-Alun Kota Pasuruan pukul 11.20. Massa berjalan menuju Pendopo Kabupaten Pasuruan, di Jalan Utara Alun-Alun Kota Pasuruan yang jaraknya tak lebih dari 100 meter.

Setelah berjalan dan membentangkan spanduk, pengunjukrasa hanya sekitar 10 menit beraksi. Selanjutnya, massa langsung membubarkan diri tanpa melakukan orasi.

Setelah berada di depan pendapa, spanduk-spanduk pun dibentangkan. Isinya bahwa warga Dusun Jurang Pelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol mendukung perumahan Marinir, yang akan dibangun disana.

Pujianto, 44, salah satu peserta aksi yang juga warga Desa Bulusari mengaku bahwa aksi ini dilakukan lantaran di Desanya berkembang isu santer yang menolak adanya proyek pembangunan marinir di Desanya. “Jadi, isu yang menolak itu tidak benar. Karena itu kami hadir disini menunjukkan bahwa warga setuju dengan adanya proyek pembangunan perumahan marinir,” ungkapnya.

Apalagi menurutnya, desa sudah merasakan dampak yang positif. Seperti sudah ada bantuan marmer untuk masjid, bantuan untuk pembangunan gapura juga dengan adanya proyek pembangunan perumahan marinir di tempatnya, maka ada lapangan pekerjaan bagi pengangguran di desa.

Sayangnya aksi yang berlangsung sebentar itu langsung membubarkan diri. Dan yang lain menolak untuk diwawancarai lebih lanjut.

Ajar Dollar, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa aksi memang hanya sebentar dan tidak sampai ada orasi. “Kami ada laporan bahwa akan ada aksi, tapi ternyata hanya sebentar dan tidak sampai orasi,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia