Selasa, 21 Nov 2017
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Duda Pembuat Upal asal Paiton juga Terjerat Kasus Curanmor

Rabu, 15 Nov 2017 08:55 | editor : Muhammad Fahmi

DIJERAT PASAL BERLAPIS: Muhammad Fudlaili saat dimintai keterangan Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto di sel Mapolres, Selasa (14/11).

DIJERAT PASAL BERLAPIS: Muhammad Fudlaili saat dimintai keterangan Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto di sel Mapolres, Selasa (14/11). (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Muhammad Fudlaili, 26, tersangka kasus uang palsu (upal) asal Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo terancam mendekam lama di penjara. Sebab, selain terjerat kasus upal, pria berstatus duda itu juga terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Minggu lalu (12/11).

Kasus itu terbongkar ketika polisi mengamankan barang bukti motor di indekos Fudlaili di Kraksaan. Motor itu diketahui milik korban Nanang Kosim, 22, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton.

Kapolsek Paiton, AKP Riduwan mengatakan, hasil ungkap kasus upal di Kraksaan itu, juga mengamankan barang bukti sepeda motor Satria FU N 4088 QV. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata motor tersebut merupakan hasil pencurian.

Kapolsek menjelaskan, kasus curanmor itu bermula saat korban Nanang pergi ke rumah orang tuanya di Desa Jabung Candi. Saat itu, motor korban itu diparkir di depan rumahnya, tanpa mencabut kunci dari motornya.

Baru sekitar 5 menit masuk ke dalam rumah, ia mendengar bunyi sepeda motor dihidupkan. “Korban sudah teriak maling, tapi pelaku langsung kabur. Sempat dikejar, tapi pelaku berhasil melarikan diri,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya tersebut.

Menurut Riduwan, kasus curanmor itu tetap diusut. Berkasnya tentu berbeda, tidak dijadikan satu dengan kasus upal. Tersangka Fudlaili akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Tersangka sendiri mengaku hanya sekali melakukan aksi curanmor. Itupun diakuinya saat tidak sengaja atau saat ada kesempatan. “Saya mencuri cuma sekali. Itu karena kunci kontaknya tidak dicabut,” akunya.

(br/mas/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia