Sabtu, 25 Nov 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Mabuk, Pemuda Ini Rampas Handphone Jamaah Haul Mbah Sarwani

Selasa, 14 Nov 2017 08:05 | editor : Fandi Armanto

penjara, pencuri, polisi, curi hp, pencuri handphone

SEMPAT DIMASSA: Ichwan Iftazhudin (di balik jeruji) ketika berada di sel Mapolsek Bangil. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL - Maksud hati ingin punya smartphone apik. Sayang, cara yang dilakukan Ichwan Iftazhudin, 20, salah. Ia nekat malak pengunjung Alun-alun Bangil, untuk memenuhi hasratnya memiliki handphone.

Akibat perbuatannya itu, Warga asal lingkungan Panggung Jaya, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil tersebut kini harus meringkuk di penjara. Ia ditangkap polisi, setelah nyaris menjadi bulan-bulanan warga.

Aksi perampasan yang dilakukannya, berlangsung Sabtu dini hari (11/11). Korbannya, menimpa Ade Abdulah, 17, warga Saigon, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ceritanya, bermula saat korban hendak mengikuti haul akbar KH Sarwani Abdan di Bangil.

Saat itu korban tengah bersantai di Alun-alun bersama dua rekannya. Tiba-tiba korban didatangi pelaku bersama dua rekannya. Pelaku dan kawannya dalam keadaan mabuk.

Nah, saat itulah tersangka meminta handphone yang dimiliki korban. Kebetulan, saat itu korban tengah memainkan handphone Samsung Galaxy V miliknya.

Semula, korban ogah untuk menyerahkannya. Namun, ancaman tersangka membuat korban dan rekannya keder. Ia pun kemudian menyerahkan handphone tersebut.

“Mulanya korban jalan-jalan di Alun-alun Bangil. Saat duduk-duduk dan bermain handphone, para pelaku datang. Awalnya mereka minta uang, tapi korban tak memberi dan pelaku kemudian meminta handphone korban. Dan mengancam kepada korban, pilih harta atau nyawa,” jelas Kapolsek Bangil, Kompol Abdul Hadi.

Tak hanya puas dengan itu, para pelaku juga meminta handphone milik rekan-rekan korban. Merasa takut, korban dan rekan-rekannya takut. Mereka lari sembari berteriak minta tolong dan teriak maling.

Teriakan itu mengundang perhatian warga. Mereka berdatangan dan berbalik mengejar para pelaku. Para pelaku kabur, dan salah satu diantaranya berhasil diringkus. Dialah Ichwan Iftazhudin. Sementara dua kawannya kabur.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Ichwan tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Ia nekat melakukan perampasan tersebut, karena ingin memiliki handphone korban. “Maunya dibuat sendiri,” tukas Ichwan.

Kini, tamatan SMK inipun harus merasakan akibat dari perbuatannya itu. Ia harus meringkuk ditahanan, dengan waktu yang bisa lama. Ia dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan perampasan jo pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancamannya, 9 tahun penjara.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia