Selasa, 12 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Dikira Barang Rongsokan, Granat Malah Dibawa ke Rumah

Jumat, 13 Oct 2017 00:25 | editor : Fandi Armanto

bahan peledak

HATI-HATI : Petugas kepolisian berhati-hati saat membawa granat yang ditemukan di Dusun Pejaten, Desa Karangjati, Wonorejo, Kamis (12/10) malam. (M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

WONOREJO – Jangan sembarangan membawa barang yang ditemukan di jalan untuk dibawa pulang ke rumah. Bila tidak, insiden yang dialami Nursiti, 77, bisa saja terjadi. Kamis (12/10) sore lalu, warga Dusun Pejaten, Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo, menemukan bahan peledak jenis granat. Lantaran bentuknya unik, Nursiti justru mengambil dan membawanya pulang.

Beruntung granat yang diduga masih aktif itu, tak meledak di rumahnya. Padahal granat itu awalnya hendak dijual Nursiti ke pengepul barang rongsokan. Namun sebelum dijual,anaknya mengetahui bahwa benda yang dikira barang antik itu, adalah bahan peledak.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo,  penemuan granat itu bermula saat Nursiti hendak ke warung membeli gula. Sepulang dari warung yang tak jauh dari rumahnya, Nursiti yang berjalan kaki, melihat sebuah besi yang berbentuk seperti buah nanas.

Merasa ada yang unik, Nursiti lalu membawa granat tersebut. Di pikirannya hanya satu, benda yang cukup berat itu bakal laku jika ditimbang. Apalagi, cukup berat dan biasanya laku seperti besi kaleng bekas.

"Saya kira itu rosokan (romngsokan, Red). Sempat saya bawa pulang. Saya timbang dan hendak saya jual ke pengepul rosokan," ujarnya.

Niat nursiti utk menjual itu diurungkan Junaidi, 44, anaknya. Karena tahu benda itu adalah granat, Junaedi dengan sigap mengambil bahan peledak yang diduga bekas peninggalan Belanda tersebut.

"Saya diomeli anak saya, disuruh mengembalikan ke tempat semula," tambah Nursiti.

Selepas itu, Junaidi melaporkan ke Poniadi, Kepala Dusun Pejaten dan dilanjut ke polsek setempat. Secepatnya polisi tiba di rumah Nursiti.

"Kami menerima laporan pukul 17.00 dan langsung mendatangi TKP serta mengamankan TKP dengan memasang police line. Atas kejadian itu kami koordinasikan dengan pimpinan, hingga diterjunkan tim jihandak," kata AKP Supriadi, Kapolsek Wonorejo

Tim jihandak lalu datang ke TKP sekitar pukul 21.15, Malam itu juga granat dijinakkan dengan cara menutupnya memakai lakban. Kemudian dimasukkan ke dalam ember berisi pasir. Selanjutnya dibawa ke Polres untuk dicek. Rencananya granat itu akan dimusnahkan di Pusdik Brimob.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, granat yang sudah berkarat itu terlihat tanpa pen pengunci. Polisi memperkiraan masih aktif. Selama proses penjinakan, puluhan warga berkumpul di TKP. Warga penasaran dengan temuan nenek Nursiti yang bentuknya memang unik tersebut.

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia