Sabtu, 21 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Suku Tengger Kumpulkan Hasil Ladang untuk Bantu Pengungsi Gunung Agung

Kamis, 12 Oct 2017 16:53 | editor : Fandi Armanto

erupsi gunung

HASIL BUMI : Sayuran dari lahan tani milik warga Suku Tengger di Bromo, yang dikumpulkan sejak Rabu (11/12) lalu. Hasil ladang itu sudah dikirim ke Bali untuk membantu warga terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. (Widian Singgih for Jawa Pos Radar Bromo)

TOSARI – Meningkatnya aktivitas vulkanik di Gunung  Agung di Bali, turut membuat simpati warga Suku Tengger Gunung Bromo, Tosari, Kabupaten Pasuruan. Warga Tengger ikut berempati dengan mengirimkan bantuan untuk pengungsi. Warga rela untuk membantu, dengan memberikan sebagian dari hasil ladang milik mereka.

Bantuan itu berupa hasil bumi seperti sayur-sayuran. Seperti kentang, kubis, wortel dan sayuran lainnya. Meski dikumpulkan dengan waktu relatif singkat, hasil bumi yang terkumpul cukup banyak. Yakni berkisar 6 ton.

Pengumpulan banuan itu dilakukan sejak Rabu (11/10) silam. Warga Suku Tengger membuatkan dua pos penampungan bantuan. Pos Timur meliputi Desa Wonokitri, Sedaeng, Tosari, Podokoyo. Sedangkan di pos Barat yakni Desa Ngadiwono, Mororejo dan Kandangan.

Gunung Agung

UNTUK SESAMA : Karung berisi sayuran yang akan dikirim ke Bali. (Widian Singgih for Jawa Pos Radar Bromo)

“Bantuan ini berasal dari masyarakat Tengger. Kami mengumpulkan dengan sukarela. Bantuan kami kumpulkan dalam waktu dua hari,” terang Widian Dharma Singgih, koordinator pos Barat kepada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (12/10).

Singgih-panggilan akrab Widian Dharma Singgih mengungkapkan, warga Suku Tengger mengetahui betul, bagaimana dampak aktivitas vulkanik dari sebuah gunung. Sama seperti halnya, ketika aktivitas Gunung Bromo sempat terjadi, kurun waktu beberapa tahun lalu.

Singgih yang juga wakil sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan itu mengungkapkan, setelah bantuan terkumpul, warga dibantu BPBD untuk menyalurkan. Semua hasil tani yang terkumpul, dibawa ke kantor BPBD. Kemudian, BPBD Kabupaten pasuruan-lah yang menyalurkan ke Bali.

Menurut Singgih, bantuan serupa rencananya akan digelar kembali. “Dari awal kami merencanakan ada dua gelombang. Kemungkinan gelombang kedua akan kami gelar dalam waktu dekat,” terang Singgih. 

(br/fun/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia