Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Ingin Tambah Penghasilan, Pengamen Ini Nekat Jual Obat Terlarang

Kamis, 12 Oct 2017 16:45 | editor : Fandi Armanto

narkoba

DIBUI : Beni Kurniawan, pengamen yang nyambi jual narkoba kini sudah ditahan di Mapolres Pasuruan. (Satreskoba Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL – Penghasilan dari ngamen yang tak menentu, membuat Beni Kurniawan, 24, memilih jalan hitam. Ia nekat ngamen, sambil menjual obat-obatan terlarang.

Akibatnya fatal. Bukan keuntungan yang didapatkan. Justru pemuda asal Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan ini, harus meringkuk ditahanan. 

Ia diringkus anggota Satreskoba Polres Pasuruan, karena dianggap melanggar pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Alasannya, ia tanpa izin menjual dan mengedarkan obat-obat farmasi.

Kasatreskoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono mengutarakan, tersangka ditangkap Senin (9/10). Ia ditangkap di lapangan Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 13.00.

Penangkapan itu berawal dari penelusuran yang dilakukan petugas Satreskoba Polres Pasuruan. Di mana, petugas mendapatkan kabar, kalau tersangka memang kerap mengedarkan obat-obatan terlarang. “Untuk memastikan informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan dengan cara pengintaian terhada tersangka,” ujar Nanang kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Upaya itu membuahkan hasil, ketika tersangka jeda untuk ngamen. Petugas yang mendapatinya tengah bersantai di lapangan Martopuro, membuat petugas bergerak untuk melakukan pemeriksaan. 

Penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya, petugas mendapati 40 butir tablet carnophen dan uang tunai Rp 30 ribu. Bersama barang bukti yang ditemukan itu, petugas kemudian menggelandangnya ke Mapolres Pasuruan. 

Kepada petugas, tersangka mengaku kalau sudah beberapa bulan terakhir mengedarkan obat-obatan tersebut. “Biasanya, ia menjual ke teman-temannya dan orang lain yang melaukan pemesanan,” sambung dia. 

Karena perbuatannya itu, tersangka terancam hukuman berat. Sanksi kurungan maksimal 10 tahun penjara, tengah menungguinya.

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia