Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Kali Kedua, Berkas Kasipem Paiton Dikembalikan

Kamis, 12 Oct 2017 10:30 | editor : Muhammad Fahmi

ilustrasi dana desa

ilustrasi (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Upaya penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Probolinggo melengkapi berkas perkara korupsi dana desa di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, belum tuntas. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabuapten Probolinggo, kembali mengembalikan berkas perkara dengan tersangka Kasi Pembangunan (Kasipem) Kecamatan Paiton, Abdul Muhaimin itu.

JPU meminta penyidik memperbaikinya kembali. Dengan dikembalikannya berkas ini, terhitung sudah kali kedua berkas perkara ini dikembalikan JPU dengan alasan belum lengkap. JPU mengembalikan berkas itu, Selasa (10/10) lalu.

Kajari Kabupaten Probolinggo, Nadda Lubis melalui Kasi Pidsus Novan mengatakan, kasus dugaan korupsi pemotongan dana desa di Kecamatan Paiton, belum lengakap alias P-21. Setelah dilimpahkan pasca perbaikan pertama pekan lalu, pihaknya langsung menelitinya.

Namun, ternyata berkas kasus dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 137 juta itu belum lengkap. “Masih P-19 (belum lengkap). Kami kembalikan lagi berkas ke penyidik untuk dilengkapi,” ujarnya, kemarin.

Novan mengatakan, kasus dugaan korupsi dana desa ini masih dalam tahap penyidikan. Sehingga, masih menjadi wewenang penyidik, termasuk terkait dengan ditahan atau tidaknya tersangka. “Kekurangannya hanya sedikit. Jika penyidik segera melengkapinya, pasti segera P-21,” ujarnya tanpa merinci kekurangannya apa saja.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto membenarkan berkas tersangka Abdul Muhaimin dikembalikan JPU. Katanya, sesuai petunjuk JPU, kekurangannya hanya sedikit. Sehingga, pihaknya optimistis bisa segera dilengkapi. “Segera mungkin kami limpahkan lagi berkasnya setelah dilengkapi sesuai petunjuk JPU,” ujarnya.

Diketahui, Unit Tipikor Polres Probolinggo menyelidiki adanya dugaan potongan dana desa di Kecamatan Paiton. Setelah diselidiki, didapati ada 6 desa yang melakukan pencairan. Tapi, anggaran yang seharusnya utuh itu diduga langsung dipotong oleh pihak kecamatan.

Rabu (17/5) lalu polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk, duit Rp 137 juta dari tangan petugas kantor kas Bank Jatim Nurul Jadid, Paiton berinisial W. Kepada polisi, W mengaku hanya menjalan perintah Kasipem Kecamatan Paiton, Abdul Muhaimin.

Hari itu juga polisi menjemput Muhaimin di kantornya. Muhaimin langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Namun, Senin (22/5) sore, penahanan Muhaimin ditangguhkan. Itu, setelah orang tuanya, Musayyib Nahrawi yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, jadi jaminan.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia