Selasa, 17 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Gelapkan Barang Perusahaan, Tiga Karyawan Ini Diamankan

Kamis, 12 Oct 2017 13:00 | editor : Fandi Armanto

karyawan diamankan

NAKAL: Tiga karyawan yang menjadi pelaku penggelapan di PT Etira yang kini sudah diamankan di Mapolsek Purwodadi. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWODADI - Kelakuan tiga karyawan ini tak patut dicontoh. Bukannya memberikan kontribusi agar perusahaannya besar, tiga karyawan ini justru mencuri di tempatnya bekerja. Akibatnya, Senin (9/10) lalu ketiganya diringkus polisi dan ditahan di Mapolsek Purwodadi.

Ketiga karyawan “mbeler” ini masing-masing adalah Hadi Lolok, 29 dan Subadar, 40, keduanya merupakan warga Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Satu karyawan lagi adalah Supriyanto, 37, warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tosari. Mereka bertiga adalah karyawan PT Etira, sebuah pabrik pengolahan jamur di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi.

“Ketiga pelaku adalah karyawan, dan telah melakukan penggelapan barang di perusahaan tempatnya bekerja. Kini, kami amankan di sel tahanan mapolsek,” beber Kapolsek Purwodadi AKP Slamet Santoso.

Dalam kasus ini, kapolsek mengatakan, ketiga pelaku sekaligus karyawan ini bertugas di bagian penimbang jamur. Entah siapa yang pertama kali menjadi otaknya. Yang jelas, ketiganya nekad melakukan perbuatan penggelapan barang jamur segar. Caranya, dengan bekerjasama menjual jamur milik perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan pihak perusahaan.

Akhirnya, perbuatan para pelaku berhasil diketahui dan terungkap oleh pihak manajemen perusahaan ini. Aksi mereka terungkap saat kendaraan pengangkut order jamur diperiksa. Ternyata isi jamur melebihi dari jumlah orderannya.

“Perbuatannya tersebut ternyata sering dilakukan ketiga pelaku ini. Pengakuan mereka baru  empat kali dan baru ketahuan sekarang,” tukas kapolsek penggemar adventure dengan motor trail tersebut.

Untuk barang bukti yang disita dalam kasus ini jumlahnya cukup banyak. Diantaranya enam keranjang jamur segar seberat 62,5 kilogram, satu bendel surat pengeluaran barang dan satu bendel surat jalan. Selain itu ada pula satu buah segel kunci gembok kendaraan dan satu unit mobil pikap boks nopol B 9205 CXR.

“Para pelakunya kami jerat dengan pasal 374 KUHP. Dalam pasal ini perbuatan penggelapan dalam jabatan atau pekerjaannya. Ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara,” jelasnya.

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia