Rabu, 13 Dec 2017
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

Imbas Proyek Tol Gempas, Aliran Sawah Petani Tertutup Urukan

Kamis, 12 Oct 2017 08:15 | editor : Fandi Armanto

tol, imbas tol

SIDAK: Sejumlah anggota Komisi II mendatangi lokasi proyek exit tol di Bukir kemarin. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

GADINGREJO - Setelah Komisi III menggelar sidak ke proyek infrastruktur (Selasa (10/10), giliran Komisi II giliran II DPRD Kota Pasuruan melakukan sidak ke proyek pembangunan, Rabu (11/10). Kali ini bukan proyek dari daerah. Tetapi proyek dari pusat didatangi, yakni exit jalan tol di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo.

Sidak ini digelar usai dewan mendapat laporan warga jika sawah seluas 28,5 hektare tidak dapat ditanami karena tertutup urukan tanah exit jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas). Akibatnya, ada petani yang dirugikan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi mengatakan, kedatangannya terkait keluhan warga yang tidak bisa menanami lahan pertaniannya selama 8 bulan karena aliran irigasinya tertutup urukan. Lahan pertanian yang terimbas ini mencapai 28,5 hektare yang berada di Kelurahan Pohjentrek dan Bukir.

“Padahal dalam satu tahun ada 3 kali musim tanam. Dan satu hektarnya dapat menghasilkan 6 ton. Ini sangat merugikan warga. Karena itu, kami mendatangi exit tol untuk menanyakannya,”katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kota Pasuruan, Yunus menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali mendatangi kontraktor tol, namun tidak ada tanggapan. Karena itu, pihaknya meminta bantuan pada dewan. “Akibat aliran sawah warga tidak teraliri air, mereka tidak bisa menanam. Mereka kini kebanyakan jadi pengangguran,”terangnya.

Terpisah, wakil kepala pelaksana proyek Tol dari PT Hutama Gorip KSO, Bambang Yudha menerangkan, pihaknya tidak mengatahui adanya lahan warga yang tidak bisa teraliri. Pihaknya pun tidak mengetahui pola pengalirannya. Sebab ia hanya melaksanakan sesuai dengan gambar kontrak.

“Insha Allah dalam waktu dekat, kami akan melakukan pertemuan dengan warga yang lahan pertaniannya terimbas itu untuk dicarikan solusinya,” jelas Bambang.

(br/fun/riz/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia