Rabu, 13 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Sembunyi di Villa, DPO Penggelapan dan Penipuan Mobil Dibekuk

Rabu, 11 Oct 2017 13:45 | editor : Fandi Armanto

penjahat, penipu, dpo penggelapan

PENJAHAT: Sugiono (kanan), pelaku penggelapan dan penipuan mobil yang kini sudah diamankan di mapolsek Prigen. (Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PRIGEN - Persembunyian Sugiono, 28, warga Dusun/Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan, terbongkar sudah. Pemuda yang menjadi DPO kepolisian lantaran kasus penggelapan dan penipuan mobil itu, berhasil dibekuk.

Sugiono yang seharinya bekerja serabutan ini dibekuk buser Polsek Prigen saat sembunyi sekaligus berada didalam villa. Lokasinya, ada di lingkungan Magersari, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen Minggu (8/10) sekitar pukul 17.30.

“Enam bulan terakhir ini bersembunyi dan berpindah-pindah tempat. Begitu mengetahuinya ada info berada di vila daerah Pecalukan, kami langsung datang dan membekuknya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Prigen Bripka Slamet Prayitno.

Dalam kasus yang menyandungnya, Sugiono merupakan pelaku tunggal penggelapan dan penipuan mobil Daihatsu CHRD Classy nopol L 1312 MF. Mobil itu milik Achmadi, 46, warga Dusun Jagil, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen.

Insiden penggelapan itu terjadi Rabu (26/4) lalu sekitar pukul 19.00. Saat itu korban hendak menjual mobilnya. Sugiono berjanji untuk membantunya menjualkan. Sugino lalu datang ke rumah korban dan menyebut mobil korban laku Rp 34 juta. Pelaku lalu berjanji, dalam dua hari berikutnya menyerahkan uang hasil penjualan mobil ke korban.

Namun, ditunggu hingga dua hari berselang, Sugiono tak kunjung muncul. Bahkan pelaku menghilang, karena beberapa kali dicari ke rumahnya, batangt hidungnya tak pernah nampak. Akhirnya korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Prigen.

“Mobil pelaku oleh korban dijual ke orang lain di Malang, dan uang hasil penjualannya sudah habis digunakan untuk foya-foya sekaligus pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 378 yo 372 KUHP tentang penggelapan. “Ancaman pasal ini maksimal empat tahun penjara,” kata kanitreskrim.

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia