Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Pasuruan

1.987 Siswa SD Belum Cairkan KIP, Anggaran Rp 1,7 M Ngendon di Pusat

Rabu, 11 Oct 2017 13:20 | editor : Fandi Armanto

pendidikan

ILUSTRASI: Suasana belajar siswa SD di suatu sekolah di Kota Pasuruan. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO - Ribuan siswa SD di Kota Pasuruan tidak dapat mencairkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) selama dua tahun terkhir. Hal ini terungkap saat Pemkot Pasuruan diundang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) awal Oktober lalu.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan, Supriyadi mengatakan, sebanyak 1.987 siswa kelas 1-6 SD belum mencairkan KIP salama 2015-2016. Ribuan siswa ini merupakan pemegang kartu KIP serta terdata dalam format usulan sekolah (FUS).

“Cukup banyak siswa yang belum mencairkan KIP. Selama dua tahun terakhir, sekitar 1.987 siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6,” katanya.

Untuk KIP sendiri, setiap siswa mendapatkan Rp 450 ribu dalam setahun. Sehingga, selama dua tahun, anggaran KIP yang belum cair mencapai Rp 1.788.300.000.000. Setelah ditelusuri Kemendikbud, diketahui sejumlah penyebab KIP ini belum cair.

Diantaranya, siswa itu sudah membuka rekening namun aktivasi belum dilakukan. Lalu, pemegang KIP belum dipanggil untuk penjadwalan. Ada pula faktor siswa yang bersangkutan dan penerima KIP sudah lulus atau pindah sekolah, namun tidak memberi tahu pada Dinas P dan K.

Ia menyebut untuk siswa yang masih bersekolah di Kota Pasuruan, namun pindah sekolah dapat mendatangi sekolah untuk mengumpulkan format persyaratan. Sementara yang belum teraktivasi, perbankan akan segera melakukan proses penjadwalan.

“Sementara bagi siswa yang tidak dapat ditelusuri keberadaannya, seperti mutasi ke luar Kota Pasuruan, namun tidak melapor, otomatis hangus,” terang Supriyadi.

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia