Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Features

Polwan Ini Jadi Kasatreskrim Perempuan Pertama di Polres Pasuruan Kota

Rabu, 11 Oct 2017 10:40 | editor : Muhammad Fahmi

TETAP FEMINIM: AKP Arumsari Puspita Dewi saat ditemui di ruangannya.

TETAP FEMINIM: AKP Arumsari Puspita Dewi saat ditemui di ruangannya. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Menjadi wanita karir, apalagi di lingkungan kepolisian, tidak bisa dibilang mudah. Namun hal itu bisa dipatahkan dengan semangat dan totalitas dalam bekerja. Seperti yang dilakukan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Arumsari Puspita Dewi.

------------


Keberadaan AKP Arumsari Puspita Dewi, pagi itu mengundang banyak perhatian. Dia merilis hasil Operasi Sikat Semeru 2017 di halaman Polres Pasuruan Kota.

Arum panggilannya, berdiri di antara Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo; Wakapolres Pasuruan, Kota Kompol Pratolo Saktiawan; Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto dan sejumlah perwira lainnya. Sementara di depannya, para awak media berdiri meliput.

Jumat (6/10) pagi itu, merupakan kali kedua dia bertemu dengan awak media. Tepatnya pascadilantik sebagai Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota pada 18 September.

Arum tidak menggunakan seragam polisi. Jabatannya sebagai Kasatreskrim membuatnya berpenampilan lain dengan beberapa perwira di sebelahnya. Dia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sementara kepalanya tertutup rapat dengan kerudung hitam.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai reserse, Arum memang dituntut dapat bekerja di mana saja. Tak harus di kantor dan mengenakan seragam.

Beberapa saat setelah pers rilis, Jawa Pos Radar Bromo, berbincang dengan AKP Arum di ruangannya, lantai dua Polres Pasuruan Kota. Setumpuk berkas di atas mejanya membuat Arum sibuk. Sambil memeriksa berkas, dia berbincang dengan koran ini.

Sejauh ini, perwira itu terus berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tidak heran. Arum orang baru di lingkungan Polres Pasuruan Kota.

“Beberapa waktu terakhir, saya lebih sering meluangkan waktu beradaptasi dengan lingkungan. Sambutan yang saya terima di internal Polres cukup baik. Selebihnya, saya banyak berkenalan jajaran pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. Tak lain tujuannya mengedepankan upaya preventif,” ucapnya.

Di lingkungan Polres Pasuruan Kota sendiri, Arum adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai kepala satuan. Bahkan, di posisinya sebagai kasatreskrim untuk perwira polwan, tak banyak ditemui di jajaran Polda Jatim.

Kendati demikian, polwan berparas ayu itu telah mengantongi sejumlah pengalaman. Tugas sebelumnya sebagai Panit I Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim membuatnya akrab dalam penanganan kasus kriminal khusus. Terutama yang berhubungan dengan perfileman, budaya tanaman, telekomunikasi, penyiaran, industri, pangan dan perlindungan konsumen serta perdagangan dan karantina.

Dia juga pernah menjadi delegasi polwan. Dia menjadi perwakilan polwan se Indonesia menghadiri 49th Annual Training Conference of IAWP (International Association of Women Police) di Lexington, Kentucky, Amerika, tahun 2011.

Kini, Arum mengaku siap memerangi segala bentuk tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Menurut dia, potensi tindak kriminal bisa muncul kapanpun dan di manapun.

Di lingkungan Polres Pasuruan Kota, ada berbagai tindak kriminal yang kerap terjadi. Setidaknya, itu bisa dilihat dari berkas-berkas yang dipelajarinya semenjak resmi menjabat kasatreskrim.

“Pertama kali saya datang ke sini, banyak perkara pil, obat keras dan sejenisnya. Itu memang kewenangan satresnarkoba. Namun, kami melihat indikasi bahwa orang yang mengkonsumsi pil itu bisa melakukan tindak kriminal,” tutur perempuan kelahiran 1985 itu.

Dalam kondisi seperti itu, harus ada fungsi pengawasan yang tak bisa serta merta dilakukan oleh polisi. Karena itu, pihaknya mengajak kepala desa, orang tua serta guru untuk turut serta.

Sejumlah fungsi lain juga bisa dijalankan, untuk mengatasi potensi tindak kriminal. Misalnya ada babinkamtibmas, yang bisa mengedukasi masyarakat terkait segala bentuk kriminalitas.

Selain itu, dia menargetkan menciptakan lingkungan yang kondusif di internal Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Sebagai kepala satuan, dirinya Saya bertanggungjawab atas apapun kegiatan anggota.

“Saya akan memastikan lingkungan yang terbangun di internal menjadi kondusif. Itu dilakukan dengan menjamin profesionalitas penyidik dalam menjalankan tugasnya melindungi dan melayani masyarakat,” beber eks Kapolsek Baros itu.

(br/tom/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia