Jumat, 20 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Bapak-Anak-Menantu Ditahan, Keluarga Ini Ajukan Penangguhan

Rabu, 11 Oct 2017 09:10 | editor : Muhammad Fahmi

LURUG POLRES: Keluarga pelaku mendatangi Mapolres Probolinggo di Pajarakan untuk menuntut penangguhan penahanan kepada tiga tersangka.

LURUG POLRES: Keluarga pelaku mendatangi Mapolres Probolinggo di Pajarakan untuk menuntut penangguhan penahanan kepada tiga tersangka. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Penahanan terhadap tiga tersangka pencuri kayu asal Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, membuat pihak keluarga tak terima. Selasa siang (10/10), mereka mendatangi Mapolres Probolinggo meminta penahanan ketiga anggota keluarganya ditangguhkan.

Tiga tersangka itu masih ada hubungan keluarga. Masing-masing Saleh (SI), 57, selaku bapak; Sugiat (Sgt) alias Surip, 50 menantu; dan Basar Maulana (BM), 26 putra dari SP. Mereka diamankan polisi setelah dilaporkan mencuri kayu oleh Mulsidi, 40, warga Desa Batur, Kecamatan Gading, Sabtu (29/7) lalu.

Selama dalam proses penyelidikan, ketiganya tidak ditahan. Mereka hanya dikenakan wajib lapor. Tapi, setelah berkasnya dinyatakan lengkap oleh Kejari Kabupaten Probolinggo, Senin (9/10) lalu, mereka ditahan. Karenanya, keluarganya datang bersama pengacaranya SW Djando. Mereka meminta penahanan para tersangka ditangguhkan.

Salah seorang anak tersangka SI, Arbiyah, 30, mengaku tidak terima bapak, suami, dan adiknya ditahan karena dituduh mencuri empat batang kayu. Sebab, kayu itu dirasa miliknya yang ditanam di lahan sendiri.

“Kayu yang nanam bapak saya di lahan milik keluarga kami. Kok bisa bapak dikatakan mencuri dan ditahan. Bapak melarang Mulsidi mengambil kayu, karena memang tidak merasa menjual," ujarnya.

Menurut Djando, kasus ini bermula dari laporan Mulsidi yang merasa dihalangi saat mengambil kayu di lahan milik SP. Empat batang kayu itu dibeli Mulsidi dari keponakan SI, Umi Kalsum Rp 1 juta. “Kayu itu yang menanam Sgt dan di lahan milik keluarganya. Kok bisa menjadi tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, mereka dijadikan tersangka karena dianggap berusaha memiliki atau menguasai barang milik orang lain sesuai pasal 363 KUHP. Setelah dilakukan penyelidikan, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 2,750 juta.

“Perkara ini berkasnya sudah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan. Hari ini (Selasa/10/10) penyerahan tahap kedua. Kalau ada keberatan, silahkan ditempuh di Kejaksaan. Sebab, sudah bukan wewenang kami,” ujarnya.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia