Rabu, 13 Dec 2017
radarbromo
icon-featured
Pandaan

Tujuh Saksi Diperiksa Polisi, usai Tanah Ambles di Purwodadi

Selasa, 10 Oct 2017 17:00 | editor : Fandi Armanto

korban longsor

MAKAN KORBAN: Garis polisi masih terpasang di lokasi amblesnya tanah di Purwodadi yang menewaskan satu orang. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWODADI - Insiden tanah ambles di area warung tenda di sekitar Kebun Raya Purwodadi yang menewaskan Imam Mulyadi, 45 kernet bus pariwisata asal Jember pada Sabtu (7/10) lalu jadi perhatian pihak kepolisian. Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah, kejadian tanah ambles itu dipicu faktor kelalaian atau murni bencana.

Sampai Senin (9/10), Polsek Purwodadi telah memeriksa 7 orang saksi. Ke tujuh orang itu dimintai keterangan terkait insiden tanah ambles di pagar Kebun Raya (KBR) Purwodadi dan bahu jalan nasional Surabaya-Malang yang tengah diperbaiki.

Insiden itu membuat pohon roboh dan menimpa Mulyadi yang membuatnya meregang nyawa. Selain itu, juga membuat tiga alat berat pengerjaan proyek jalan setempat ikut ambles pada Sabtu lalu (7/10).

“Lantaran ini ada korban jiwa, kami dalami kasusnya. Kami fokus lidik di lapangan dulu. Butuh pendalaman lebih lanjut, untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau murni bencana dalam insiden itu,” kata Kapolsek Purwodadi, AKP Slamet Santoso.

Dari 7 orang saksi yang telah diperiksa itu terdiri dari beberapa elemen. Tiga orang dari pihak pelaksana proyek pelebaran jalan nasaional Purwosari-Purwodadi; 1 sopir bus pariwisata, teman korban; satu pemilik warung tenda; 2 orang lainnya dari pihak kebun raya Purwodadi.

“Saksi yang ada, kemungkinan besar akan kami tambah. Bila perlu, kami panggil konsultan pengawas proyek peningkatan dan pelebaran jalan tersebut. Sekaligus PPKom-nya dari balai besar jalan nasional, biar lengkap,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia