Selasa, 12 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Hendak Antar SS, Tukang Ojek Ini Malah Diciduk

Selasa, 10 Oct 2017 15:00 | editor : Fandi Armanto

narkoba, sabu, tukang ojek

DITAHAN: Tersangka M Damat yang kini sudah meringkuk di sel mapolres Pasuruan. (Humas Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL - Niat hati ingin mendapatkan keuntungan dengan mengantarkan barang. Namun sayang, apa yang dialami M. Damat Efendi, 39, justru mengantarnya di balik tahanan. Betapa tidak, barang yang diantarkan laki-laki asal Dusun Karanglo, Desa/Kecamatan Sukorejo ini, merupakan barang terlarang, yakni sabu-sabu.

Damat pun akhirnya ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan, Senin (5/10) lalu. Ia ditangkap di depan kantor Pengadilan Agama, Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Cerita penangkapan itu bermula, saat ia hendak mengantar sabu-sabu ke pemesannya yang berinisal MR. Keduanya bertransaksi melalui telepon seluler dan berniat untuk ketemuan di depan kantor PA Bangil.

Rencananya itupun terendus petugas. “Kami bergerak ke lokasi, untuk melakukan penelusuran,” jelas Kasatreskoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono.

Menurut Nanang, petugas melakukan penyanggongan cukup lama. Hingga petugas mendapati pelaku di lokasi sekitar pukul 10.00. Saat itulah, kemudian mendekat dan melakukan penggerebekan.

Petugas pun melakukan penggeledahan. Hasilnya, didapati sejumlah barang terlarang. Barang yang ditemukan itu, berupa dua kantong plastik kecil berisi sabu-sabu seberat 0,29 gram dan 0,19 gram. Selain itu, petugas jua mendapati handphone yang digunakan untuk bertransaksi serta sebuah motor Honda Beat yang dipakai pelaku untuk menjalankan aksi.

Bersama barang bukti yang ditemukan itulah, tersangka kemudian diseret ke Mapolres Pasuruan untuk pemeriksaan. Dalam pemeriksaan itu, pelaku mengaku terpaksa menjalankan bisnis haram tersebut untuk tambahan penghasilan. “Ia mengaku berprofesi sebagai tukang ojek. Karena hasil dari tukang ojek tak mencukupi, ia memilih terjun di dunia terlarang tersebut,” tambah dia.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 112 jo pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia