Jumat, 20 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Features

2 Pelajar Kabupaten Pasuruan Ini Bakal Ikuti MTQ Tingkat Nasional

Selasa, 10 Oct 2017 15:30 | editor : Muhammad Fahmi

mtq, siswa berprestasi, Bayhaqi Rif’ad

Bayhaqi Rif’ad (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Dua pelajar asal Kabupaten Pasuruan masuk dalam daftar peserta kontingan Jatim dalam MTQ pelajar tingkat nasional di Banda Aceh, 10-14 oktober mendatang. Keduanya berjanji tampil sebaik mungkin untuk mengharumkan Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur.


----------------

Bayhaqi Rif’ad, 13, siswa kelas IX SMPN 2 Sukorejo dan Umrotul Hasanah, 11, siswi kelas VI SDN Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan, sangat berbahagia. Mereka terpilih untuk masuk kontingen Jatim yang akan mengikuti MTQ tingkat nasional yang digelar di provinsi Aceh.

“Mereka tak hanya membawa harum nama keluarga dan sekolah, tapi juga kabupaten ini,” ucap Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi.

Diketahui, Bayhaqi Rif’ad meraih juara I Qiroah, sementara Umroatul meraih Juara 1 lomba Tahfidz Quran.

Bayhaqi yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Pandaan bersama Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Kadispendik Iswahyudi mengatakan, persiapannya untuk mengikuti lomba MTQ tersebut sudah maksimal.

“Sebulan terakhir saya rutin berlatih. Baik di sekolah maupun di rumah,” terangnya. Anak sulung dari dua bersaudara putra pasangan Samsul Arifin dan Sarofah ini mengaku, mulai belajar qiroah sejak kelas IV SD. Di berbagai perlombaan, ia seringkali keluar sebagai pemenang.

Bayhaqi yang sempat menjadi vokalis Albanjari di kampungnya mengatakan, ia akhirnya menekuni membaca Alquran dengan qiroah karena merasa suaranya bagus. “Bakat saya ini dari ibu, kebetulan seorang qiroati di kampung,” katanya sembari tersenyum.

Agar suara yang dihasilkan maksimal, ia mengaku membatasi makanan berminyak dan minum es. “Saya jaga betul untuk hal yang satu ini. Ternyata hasilnya efektif dan saya rasakan sendiri,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Umrotul Hasanah, pelajar putri anak kelima dari lima bersaudara pasangan Muhammad Syuhud (alm) dan Siti Yumyati. “Kemampuan ini ada bakat turunan dari almarhum bapak. Ditambah sejak kecil sudah aktif diajarkan hafalan Alquran oleh kedua orang tua. Alhamdulillah bisa hafal 30 juz,” katanya.

Di ajang tingkat nasional, Umrotul mengaku baru mengikuti pertama. Ia tidak menargetkan apapun dalam keikutsertaannya di ajang tingkat nasional ini. “Ikhtiar dan usaha terus saya lakukan, doakan di Banda Aceh keluar sebagai pemenang. Minimal masuk tiga besar,” tuturnya polos.

(br/zal/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia