Rabu, 13 Dec 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Pertanyakan Eksekusi Kasus Suap Oknum PPK, Datangi Kejari

Selasa, 10 Oct 2017 13:00 | editor : Muhammad Fahmi

suap pileg

TANYA KEJELASAN: Sejumlah aktivis di Kota Pasuruan saat mendatangi kantor Kejari Pasuruan, Senin (9/10). (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Masih ingat dengan kasus suap yang dilakukan oleh Agustina Amprawati terhadap 13 oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Pasuruan pada Pileg 2014 silam? Kendati proses hukumnya telah bergulir, namun terdakwa Agustina belum juga ditahan.

Sebab, Kejaksaan Negeri Pasuruan belum melakukan eksekusi. Pasalnya, Kejari belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tipikor Surabaya.

Diketahui, Tina –sapaan akrabnya – memang telah menjalani sidang pertama di Pengadilan Tipikor Surabaya. Perempuan yang sebelumnya maju dalam Pileg 2014 melalui Partai Gerindra itu juga telah divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Namun, masih ada upaya hukum yang ditempuhnya.

Nah, hal itulah yang membuat proses eksekusi yang dilakukan jaksa belum dapat dilakukan. Lantaran kasus hukumnya belum inkracht. “Selama statusnya sebagai terdakwa, harus diperlakukan sebagai orang yang tak bersalah. Itu prinsip praduga tak bersalah,” ujar Dinar Krispiaji, Kasi Intelijen Kejari Pasuruan.

Lebih lanjut, Dinar – sapaan akrabnya – menyebut pihaknya belum dapat melakukan eksekusi terhadap terdakwa Agustina serta 13 terdakwa penerima suap, lantaran belum diterimanya salinan putusan dari pengadilan Tipikor Surabaya.

Kejari Pasuruan memang telah melayangkan surat permohonan salinan putusan itu agar dapat dikirimkan.

“Surat permohonan salinan putusan itu sudah kami layangkan Februari 2016. Tapi hingga saat ini belum kami terima. Padahal, salinan putusan itulah yang akan dijadikan dasar eksekusi. Bahkan, kami cek melalui data registrasi online di website MA (Mahkamah Agung, Red), juga nihil. Kami juga geregetan,” tegas Dinar.

Dinar memastikan, pihaknya akan kembali menelusuri permasalahan tersebut. Ia berjanji, dalam waktu dekat akan segera menindaklanjuti permohonan salinan putusan yang tak kunjung diterima itu.

“Setelah ini kami meminta Kasi Pidsus (Siswono, Red) untuk mendorong Pengadilan Tipikor, agar salinan putusan itu dapat segera dikirim. Sehingga proses eksekusi juga dapat dilakukan,” tandasnya.

Belum dieksekusinya Agustina, disorot sejumlah aktivis yang Senin (9/10) mempertanyakan hal itu. “Kami mempertanyakan proses hukumnya saat ini. Karena statusnya sudah terdakwa, sudah menjalani peradilan. Tapi hingga saat ini masih belum dilakukan penahanan. Kami mengkhawatirkan adanya permainan hukum sedang terjadi,” ungkap Rudy Hartono, ketua LSM Penjara.

Diketahui, Agustina Amprawati yang sempat mencalonkan diri sebagai caleg itu merasa ditipu. Sebab, ia telah melakukan suap terhadap 13 oknum PPK, namun suara yang diperolehnya justru menyatakan dirinya kalah. Agustina kemudian melaporkan hal itu ke Panwaslu Kabupaten Pasuruan hingga dugaan kasus itu bergulir hingga saat ini.

caleg bermasalah, agustina amprawati, agustina

MASIH MELENGGANG: Agustina Amprawati saat berada di Pemkot Pasuruan. (Istimewa)

(br/fun/tom/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia