Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Features
Desa Banjarimbo, Penghasil Susu di Pasuruan

Jadi Pekerjaan Sampingan Warga selain Bertani

Senin, 09 Oct 2017 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

Desa Banjarimbo, sapi, ternak sapi, sapi ternak, peternakan sapi, sapi perah, susu sapi

SAPI TERNAK: Riyanto, Kades Banjarimbo (bertopi) saat meninjau salah satu kandang sapi milik warganya. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Letak geografis Desa Banjarimbo yang berada di dataran tinggi dioptimalkan warga setempat. Selain banyak menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, warga setempat juga banyak yang jadi peternak sapi perah.

------------------------------

Terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang memang memiliki berbagai potensi pertanian. Mulai dari jagung, padi, ketela, mangga, hingga durian.

Selain pertanian, sektor peternakan di desa setempat juga cukup bergairah. Sekitar 90 persen petani di desa setempat juga memiliki ternak sapi di rumahnya.

Endang Liarti, 31 salah satunya. Warga Desa Banjarimbo ini sudah 11 tahun ini berternak sapi perah. Dikatakannya,  sapi perah memang sudah menjadi mata pencaharian turun temurun. “Jadi, selain bertani padi dan jagung, di belakang rumah juga ada kandang untuk ternak sapi perah,” ungkapnya.

Dari awalnya dulu hanya 2 sapi, saat ini Endang sudah memiliki 8 ekor sapi betina. Namun untuk hasil susu saat ini, hanya  3 sapi yang produksi.

Dalam sehari, ia bisa mengirim hingga 20-25 liter susu dengan harga Rp 5.300 per liternya. Endang mengaku, selain mendapatkan hasil dari bertani, hasil dari susu juga cukup untuk ekonomi keluarga. “Ya, lumayan jadi kebutuhan keluarga selain dari pertanian tapi juga dari hasil susu,” ujarnya.

Riyanto, Kades Banjarimbo menjelaskan, 90 persen warganya selain bertani juga peternak. Untuk sapi perah sendiri, sudah mulai digeluti sejak tahun 80-an. Sedangkan di tahun 90-an, peternak sudah beralih ke produksi susu yang higienis dan bersih. “Sehingga, secara rutin hasil susu perah dikirim ke koperasi susu kemudian diolah di pabrik susu,” ungkapnya.

Saat ini, kurang lebih ada 150 kk yang menjadi peternak sapi perah. Masing-masing KK bisa memiliki 4-8 sapi di rumahnya. Untuk pengiriman susu sendiri dikirimkan ke pengepul susu yang ada di Desa Banjarimbo setiap pagi dan sore hari.

Dikatakannya, saat ini peternak sapi perah di Desa Banjarimbo sudah cukup modern. Itu lantaran sebagian besar peternak telah mendapat pelatihan. Jadi, kebersihan kandang, kebersihan air cukup dijaga. Termasuk pakan ternak dan hasil susu perah juga selalu ditaruh di bahan stainless steel.

(br/eka/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia