Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Cemburu ke Janda Semlohe Penjual Kopi di Warung

Senin, 09 Oct 2017 10:45 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Kebiasaan ngopi Tole (nama samaran), 36, warga Beji ini memang sudah keterlaluan. Penyebabnya, seringkali pulang kerja ketika dini hari. Hal ini jelas-jelas membuat Minthul (juga nama samaran), 36 ini menjadi senewen.

Bukan karena Minthul protes Tole kerja lembur. Ini lantaran ada selentingan bahwa Tole sering pulang dini hari karena rajin ngopi yang penjualnya semlohe. Kabarnya, Tole sering genit kepada penjual kopi tersebut.

Walau masih selentingan, Minthul benar-benar geregetan dengan ulah suaminya. Apalagi, tak sekali dua kali terdengar bahwa Tole memang terbiasa genit ke penjual warung kopi.

Minthul sudah beberapa kali melabrak. Tetapi, semakin dimarah, Tole masih tetap saja membandel. Akibatnya, pertengkaran rumah tanggapun membuat mahligai rumah tangga keduanya berakhir di Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul menyebutkan bahwa sama-sama sebagai buruh pabrik, kegiatan mereka memang sibuk dari pagi hingga sore. Sehingga Minthul sendiri memang tak bisa banyak memantau kemana saja suaminya pergi.

“Kalau kerja ya pasti ke pabrik. Tapi kalau sudah pulang, karena saya sendiri sudah capek, ya gak terlalu ngurusi kemana suami pergi,” ungkapnya.

Sejak awal menikah 5 tahun lalu, Minthul sendiri sudah tahu bahwa Tole memang sudah sering mbelakrak malam-malam. Entah untuk jagongan sesama komunitas motor, ataupun cangkrukan tak jelas. Dan selama ini kegiatan masih baik-baik saja, karena tak ada tanda-tanda kalau suaminya senang dengan perempuan lain.

Namun kegiatan mbelakrak suaminya ini diakatakan makin menjadi-jadi setahun terakhir ini. Bahkan sepulang kerja, Tole tak melulu langsung pulang makan. Tapi pergi entah kemana sampai tengah malam. Dan aktivitas ini juga makin parah karena walaupun hari libur, selalu saja Tole banyak alasan untuk bisa keluar rumah.

“Pikiran saya paling ya motor atau nyangkruk. Gak ada pikiran ada perempuan lain,” terangnya.

Yang diingatnya, pernah ada teman-teman motornya yang datang ke rumah untuk main saat hari libur. Saat bercanda, selentingan terdengar bahwa Tole dibercandain dengan perempuan lain. Selidik punya selidik, ternyata Tole ada dekat dengan perempuan lain yaitu penjual warung kopi.

Tidak cuma itu, bahkan ada tetangga dan rekan kerjanya yang melaporkan bahwa Tole keseringan ngopi ke penjual yang statusnya janda semok. Bahkan Tole dikatakan terlalu genit dan berani seolah-olah masih bujangan.

Tahu hal itu, Minthul sempat menanyakan sendiri ke suaminya dan langsung ditepis. “Saya sampai ultimatum gak usah ngopi-ngopi lagi. Eh suami malah marah ke saya kok pake ngatur-ngatur dia,” keluhnya.

Hal ini makin membuat Minthul jengkel lantaran tertangkap basah ada pesan mesra-mesraan dengan penjual kopi tersebut. Langsung saja Minthul marah dan pertengkaran pun tak bisa dihindari.

“Saya langsung pilih cerai saja. Wong suami ternyata sudah jauh sama perempuan tersebut. Daripada sakit hati terus, mending berpisah saja,” pungkasnya.

(br/fun/eka/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia